Cengkeh 2025: Emas Hijau dari Sulawesi Tengah yang Siap Mengguncang Pasar Ekspor Dunia

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 9 Mei 2025 | 20:05 WIB
Sejumlah faktor mendukung kebangkitan cengkeh ini, mulai dari harga yang menguat, permintaan ekspor tinggi, hingga potensi besar di tingkat lokal. FOTO : (Abdul Rifai)
Sejumlah faktor mendukung kebangkitan cengkeh ini, mulai dari harga yang menguat, permintaan ekspor tinggi, hingga potensi besar di tingkat lokal. FOTO : (Abdul Rifai)

Baca Juga: Dari Ujung Timur Indonesia, Merauke Siap Suplai Pangan Nasional: Jakarta Siap Tampung!

Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian setempat juga mulai menyalurkan bantuan bibit unggul dan pelatihan teknik budidaya berkelanjutan.

Cengkeh Bukan Sekadar Rempah. Selain biji cengkeh kering, berbagai bagian tanaman ini kini dimanfaatkan untuk produk turunan bernilai tinggi.

Di Perbukitan Menoreh, petani memproduksi minyak atsiri cengkeh dengan harga mencapai Rp400.000–Rp500.000 per liter. Bahkan, daun dan ranting yang sebelumnya dianggap limbah kini diolah sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetik. Ini membuka peluang usaha baru di sektor hilirisasi pertanian.

Baca Juga: BPD Akan Punya Hari Nasional dan Gaji Standar, Ini Kata Menteri Desa

Bagaimana Tantangan dan Strategi Menghadapinya? Tentu, perjalanan menanam cengkeh tidak bebas hambatan.

Perubahan iklim dapat memengaruhi hasil panen, dan harga pasar yang fluktuatif selalu menjadi kekhawatiran petani. Namun, dengan penerapan praktik pertanian berkelanjutan, seperti penggunaan pupuk organik, pengelolaan air efisien, dan diversifikasi hasil panen, petani dapat mengurangi risiko dan meningkatkan ketahanan ekonomi.

Mengutip laporan FAO (2024), permintaan global terhadap rempah dan herbal diprediksi tumbuh 5% per tahun, dengan cengkeh termasuk dalam lima besar komoditas dengan permintaan tertinggi.

Baca Juga: Cokelat Mahal, Afrika Gagal Panen, Indonesia Diuntungkan

Pemerintah Indonesia juga telah menempatkan cengkeh dalam program prioritas ekspor non-migas 2025–2030, lengkap dengan dukungan kredit usaha rakyat (KUR) dan skema asuransi tani hortikultura.

Dengan harga yang menjanjikan, permintaan ekspor yang meningkat, dan dukungan iklim serta kebijakan lokal, tahun 2025 adalah momen terbaik untuk mulai menanam cengkeh.

Baca Juga: Mendadak Kaya dari Kebun: 5 Komoditas Perkebunan Ini Melejit Tajam di 2025!

Bagi petani di Sulawesi Tengah, ini bukan sekadar peluang usaha, tapi juga langkah strategis menuju ketahanan ekonomi daerah.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X