Cengkeh 2025: Emas Hijau dari Sulawesi Tengah yang Siap Mengguncang Pasar Ekspor Dunia

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 9 Mei 2025 | 20:05 WIB
Sejumlah faktor mendukung kebangkitan cengkeh ini, mulai dari harga yang menguat, permintaan ekspor tinggi, hingga potensi besar di tingkat lokal. FOTO : (Abdul Rifai)
Sejumlah faktor mendukung kebangkitan cengkeh ini, mulai dari harga yang menguat, permintaan ekspor tinggi, hingga potensi besar di tingkat lokal. FOTO : (Abdul Rifai)

 

 

Menjelang pertengahan 2025, dunia pertanian Indonesia kembali digairahkan oleh komoditas lama yang kini menunjukkan potensi luar biasa—cengkeh.

Di tengah perubahan iklim dan tantangan pasar global, cengkeh justru menguat sebagai primadona baru, terutama di wilayah Sulawesi Tengah seperti Palu, Donggala, dan sekitarnya.

Sejumlah faktor mendukung kebangkitan cengkeh ini, mulai dari harga yang menguat, permintaan ekspor tinggi, hingga potensi besar di tingkat lokal.

Baca Juga: Cokelat Mahal, Afrika Gagal Panen, Indonesia Diuntungkan

Sinyal Positif Bagi Petani, Harga cengkeh kering mengalami lonjakan signifikan di berbagai daerah Indonesia.

Di Natuna, Kepulauan Riau, harga cengkeh kering naik drastis dari Rp87.000 menjadi Rp110.000 per kilogram. Sementara itu, di Borobudur, Jawa Tengah, harga cengkeh kering menyentuh angka Rp100.000 per kilogram, dan cengkeh basah dihargai Rp25.000/kg.

Kenaikan harga ini menjadi peluang besar bagi petani yang sebelumnya sempat enggan menanam cengkeh karena fluktuasi pasar.

Baca Juga: Obat Baru Ini Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke hingga 94%—Tapi Hanya Jika Kamu Punya Faktor Genetik Tersembunyi Ini

Cengkeh Indonesia dikenal karena kualitasnya yang tinggi, terutama aroma kuat dan kandungan minyak atsirinya yang khas.

Negara-negara seperti India, Arab Saudi, dan Singapura menjadi pelanggan tetap komoditas ini. Di India, cengkeh digunakan dalam pengobatan Ayurveda dan sebagai bahan utama dalam industri makanan dan rokok herbal.

Menurut data Badan Karantina Pertanian, volume ekspor cengkeh dari Indonesia pada kuartal pertama 2025 naik 12% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di wilayah seperti Palu dan Donggalamaupun Parigioutong memiliki agroklimat yang sangat mendukung budidaya cengkeh, termasuk suhu ideal, curah hujan moderat, dan struktur tanah vulkanik yang subur. Beberapa petani telah mulai menanam ulang cengkeh di lahan tidur, mengantisipasi lonjakan permintaan ekspor dan harga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X