METROSELEBES.COM - Di tengah ancaman besar terhadap keberlangsungan tenaga kerja Indonesia, Al Hidayat Samsu, anggota DPD RI dari Provinsi Sulawesi Selatan, mengambil langkah konkret dengan memimpin Rapat Komite III DPD RI.
Rapat ini secara khusus digelar untuk menyerap langsung aspirasi dan keluhan dari serikat buruh di seluruh Indonesia, menjelang Hari Buruh Internasional.
Isu utama yang mencuat dalam rapat tersebut adalah kekhawatiran atas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal yang disebabkan oleh kebijakan tarif tinggi dari Amerika Serikat.
Baca Juga: Menko Airlangga Terima Delegasi Korea Selatan: Dorong Investasi dan Kolaborasi Ekonomi Strategis
Data dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, sekitar 1,2 juta pekerja Indonesia terancam kehilangan pekerjaan.
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi sektor paling terdampak, dengan lebih dari 191.000 pekerja berisiko kehilangan sumber penghidupan. Dampak serupa juga menghantui sektor makanan, minuman, dan pertanian.
Al Hidayat dengan tegas menyuarakan bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus bergantung pada negosiasi internasional yang tidak membuahkan hasil.
Baca Juga: Menko Airlangga Terima Delegasi Korea Selatan: Dorong Investasi dan Kolaborasi Ekonomi Strategis
Ia menyerukan perlunya langkah berani untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi nasional. “Jangan biarkan kebijakan luar negeri yang tidak berpihak pada rakyat terus mengancam masa depan kita,” tegasnya.
Melalui DPD RI, Al Hidayat mendesak pemerintah agar segera mengambil kebijakan perlindungan nyata bagi sektor domestik dan buruh Indonesia.
Baca Juga: TRUMP DAN PM CARNEY GELAR PERTEMUAN PENTING DI GEDUNG PUTIH, TEGANGAN DIPERKIRAKAN TINGGI
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada semangat kemandirian ekonomi yang telah menjadi warisan luhur para pendiri bangsa.
“Perjuangan untuk Indonesia yang lebih kuat dan adil harus dimulai dari keberanian kita menjaga fondasi ekonomi dalam negeri,” pungkas Al Hidayat dalam pernyataan penutupnya.***
Artikel Terkait
Luna Maya Dan Maxime Bouttier Segera Menikah, Nagita Slavina Ternyata Jadi Mak Comblang
Luna Maya Ungkap Sempat Kejar Maxime Bouttier Saat PDKT: “Dia Sempat Menghilang”
Didukung Sahabat, Maxime Bouttier Akui Tersadar Usai Nyaris Kehilangan Luna Maya
Jonathan Frizzy Resmi Jadi Tersangka Kasus Obat Keras dalam Vape, Ditangkap Saat Pemulihan Pascabedah
UIN Datokarama dan BBTNLL sinergi kembangkan potensi hutan Lore Lindu
Hamas Tolak Lanjutkan Perundingan, Israel Siap Kuasai Seluruh Gaza
Menko Airlangga Terima Delegasi Korea Selatan: Dorong Investasi dan Kolaborasi Ekonomi Strategis
OJK Luncurkan IKAD, Strategi Baru Perluas Inklusi Keuangan Daerah
TRUMP DAN PM CARNEY GELAR PERTEMUAN PENTING DI GEDUNG PUTIH, TEGANGAN DIPERKIRAKAN TINGGI
35 Kandidat JPT Kemenaker Jalani Asesmen BKN, Ukur Potensi dan Kompetensi ASN