BEIJING,METROSELEBES.COM-Media pemerintah Tiongkok, Xinhua, menuding Amerika Serikat menjadikan perdagangan chip sebagai “permainan pengawasan” setelah laporan bahwa Washington menanamkan perangkat pelacak lokasi pada pengiriman chip tertentu yang berisiko dialihkan ke Tiongkok. Seperti dikutip dari Reuters pada Sabtu (16/08/2025).
Baca Juga: MA Kembali Tolak PK Jessica Kumala Wongso, Vonis 20 Tahun Penjara Tetap Berlaku
Dalam komentar yang dirilis Jumat, Xinhua menyebut langkah tersebut mencerminkan “insting kekaisaran pengawasan” AS. Tuduhan ini muncul setelah Reuters melaporkan bahwa otoritas AS secara diam-diam menempatkan pelacak pada kiriman chip canggih untuk memantau kemungkinan penyelundupan ke Tiongkok, yang saat ini menjadi target pembatasan ekspor chip mutakhir oleh Washington.
Xinhua mengutip laporan bahwa Washington sengaja menyematkan perangkat tersebut, dan menuduh AS mengoperasikan “aparatus intelijen paling luas di dunia.” Media itu juga menilai langkah ini sebagai bentuk pandangan AS terhadap mitra dagang sebagai “lawan yang harus dijegal atau dijatuhkan.”
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintahan AS memperketat larangan ekspor chip canggih, teknologi terkait, dan peralatan pendukung ke Tiongkok. Kebijakan ini menjadi bagian dari persaingan kedua negara untuk mendominasi teknologi global.
Baca Juga: Kasus Bupati Pati Sudewo Jadi Sorotan Presiden Prabowo, Gerindra Pastikan Sudah Beri Teguran Keras
Tudingan Xinhua ini juga menanggapi narasi lama dari Washington dan sekutu Baratnya yang menuding Tiongkok berpotensi menggunakan berbagai produk ekspor — mulai dari perangkat telekomunikasi hingga kendaraan — untuk kegiatan pengawasan yang dianggap mengancam keamanan nasional.
Pada 2022, pemerintahan Presiden Joe Biden melarang penjualan dan impor peralatan telekomunikasi baru dari sejumlah perusahaan Tiongkok, termasuk Huawei. Awal tahun ini, Washington memperluas pengawasan terhadap mobil dan truk buatan Tiongkok.
Baca Juga: Prabowo Selamatkan Rp300 Triliun Dana APBN 2025 Dari Risiko Korupsi Dan Dialihkan Untuk Rakyat
Bulan lalu, Badan Pengawas Dunia Maya Tiongkok meminta produsen chip AS, Nvidia, untuk menjelaskan apakah produk chip H20 mereka memiliki risiko keamanan berupa “pintu belakang” yang dapat melewati sistem autentikasi atau kontrol keamanan. Pihak berwenang Tiongkok juga telah memperingatkan perusahaan teknologi domestik terkait penggunaan chip H20 tersebut.