CEO Swatch, Nick Hayek, mengatakan merek mewah relatif tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan harga. “Konsumen yang ingin membeli jam mahal bisa melakukannya di luar negeri saat bepergian, di mana pajaknya lebih rendah. Ini berbeda dengan mobil atau mesin yang tidak bisa dipindahkan begitu saja,” ujarnya.
Baca Juga: Launching Bhayangkara Presisi Lampung FC, Kapolri Dorong Semangat Baru Sepak Bola dan Persatuan
Kenaikan harga produk sehari-hari di AS diperkirakan terus berlanjut seiring tarif yang semakin tinggi, memberi tekanan lebih besar pada konsumen dan menambah kekhawatiran investor terhadap prospek merek-merek besar dunia.