Ancaman Transshipment dan Ketidakpastian BRICS
Lavanya Venkateswaran, ekonom senior kawasan ASEAN dari OCBC, mengatakan bahwa negara-negara seperti Vietnam juga menghadapi ketidakpastian tambahan terkait dengan tuduhan "transshipment", yaitu praktik mengalihkan ekspor barang dari Tiongkok ke negara ketiga untuk menghindari tarif. Menurutnya, masih banyak ketidakjelasan terkait bagaimana kebijakan ini akan diberlakukan dan diawasi.
Kebingungan juga diperburuk oleh ancaman Trump yang akan menambah tarif sebesar 10% bagi negara-negara yang terafiliasi dengan blok BRICS. Indonesia merupakan anggota resmi BRICS, sementara Malaysia, Thailand, dan Vietnam adalah negara mitra.
Krisis Thailand-Kamboja Uji Persatuan ASEAN
Selain isu perdagangan, perselisihan wilayah antara Thailand dan Kamboja menjadi sorotan serius. Ketegangan tersebut telah memicu pengerahan pasukan di perbatasan dan menjadi beban tambahan bagi pemerintahan Thailand yang sedang goyah. Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, kini diskors sementara menunggu proses hukum terkait komunikasi kontroversialnya dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen—percakapan yang dituding melemahkan kedaulatan nasional Thailand.
Krisis ini menambah tantangan bagi ASEAN untuk menjaga kesatuan internal di tengah berbagai isu besar lain, termasuk perang sipil yang kian memburuk di Myanmar serta lambatnya penyusunan kode etik Laut China Selatan bersama Beijing.
Baca Juga: Mercedes Benz Hadir Dengan Konsep Futuristik, Gabungkan Teknologi Canggih dan Gaya Hidup Modern
Fokus pada Zona Bebas Nuklir
Meski dilanda berbagai tekanan geopolitik dan ekonomi, ASEAN tetap berkomitmen mendorong kerja sama kawasan. Salah satu agenda utama dalam pertemuan kali ini adalah upaya memperkuat perjanjian zona bebas senjata nuklir di Asia Tenggara—langkah simbolis yang menunjukkan tekad ASEAN menjaga stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian global.