Juru bicara Kantor Urusan Taiwan di Beijing, Zhu Fenglian, menanggapi kekhawatiran internasional terhadap latihan tersebut. “Taiwan adalah bagian dari Tiongkok; tidak ada yang namanya invasi,” ujarnya dalam konferensi pers.
Presiden Lai, dalam pidatonya pada Selasa malam, kembali menegaskan posisi Taiwan. “Masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyat Taiwan, melalui sistem demokrasi. ‘Kemerdekaan Taiwan’ berarti bahwa Taiwan bukan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok,” tegasnya.
Lai juga menyentil sejarah panjang Taiwan sebagai entitas politik. “Republik Tiongkok sudah berusia 113 tahun, dan tahun ini akan menjadi 114. Sedangkan Republik Rakyat Tiongkok baru berusia sekitar 70 tahun. Ini fakta yang sederhana dan jelas,” katanya.
Baca Juga: Asta Cita Jadi Kompas Pembangunan Desa: Mendes Yandri Tekankan Sinergi Daerah
Dengan ketegangan yang terus meningkat, baik dalam retorika maupun aktivitas militer, komunitas internasional mencermati perkembangan ini dengan waspada. Sengketa historis yang belum terselesaikan kini kembali menjadi bara dalam relasi lintas Selat Taiwan.