Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy hanya diundang pada jamuan makan malam pra-KTT, bukan pada pertemuan utama. Meskipun begitu, ia dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Trump di sela-sela agenda KTT.
Langkah ini dipandang sebagai strategi untuk menjaga fokus pembahasan pada isu belanja pertahanan dan menghindari friksi geopolitik di tengah kekhawatiran tentang arah dan masa depan NATO.
Baca Juga: BSU 2025 Cair, Buruh Bergaji Rp3,5 Juta ke Bawah Jadi Prioritas
Kremlin: NATO Militeristik
Menanggapi hasil KTT, Kremlin menuduh NATO sedang menuju militerisasi besar-besaran dan menggunakan Rusia sebagai “iblis dari neraka” untuk membenarkan lonjakan anggaran pertahanan tersebut. Rusia berpendapat bahwa aliansi ini terus menciptakan narasi ancaman demi memperluas pengaruh militernya.
KTT ini, meski singkat, dipandang sebagai titik balik penting bagi NATO dalam menyesuaikan diri dengan dinamika geopolitik baru dan menjaga kohesi trans-Atlantik di tengah tekanan domestik dan internasional.