Sementara itu, gelombang protes dalam negeri selama bertahun-tahun memiliki fokus berbeda: pada 2009 terkait dugaan kecurangan pemilu; pada 2017 karena kondisi ekonomi yang memburuk; dan pada 2022 karena hak-hak perempuan.
Tokoh reformis Mir-Hossein Mousavi—yang jadi simbol protes 2009—masih berada dalam tahanan rumah dan kini telah berusia 83 tahun. Ia pernah mengusung agenda reformasi dalam sistem Republik Islam, berbeda dengan tuntutan pengunjuk rasa masa kini yang menginginkan perubahan total.
Dengan semakin intensifnya serangan udara Israel dan ketidakpastian politik yang melanda, pertanyaan tentang kapan, bagaimana, dan siapa yang akan memimpin perubahan di Iran menjadi semakin mendesak—namun tetap belum menemukan jawaban pasti.