Yang menjadi teka-teki besar adalah lokasi kedua planet tersebut. Dengan jarak orbit yang sangat jauh dari bintangnya, sulit dibayangkan bahwa mereka terbentuk dari cakram protoplanet standar. Hoch mempertanyakan, "Apakah kita bisa mengharapkan semua planet raksasa terbentuk dengan cara yang sama dan memiliki wujud yang mirip jika berasal dari lingkungan yang sama?"
Baca Juga: Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Teleskop Webb Tantang Model Atmosfer Lama. Sejak dioperasikan pada 2022, Teleskop Webb telah mengubah pemahaman kita tentang alam semesta, terutama dalam hal atmosfer eksoplanet. Dengan kemampuan pengamatan di panjang gelombang inframerah dekat dan menengah, Webb mengungkap detail-detail atmosfer yang tak terjangkau oleh teleskop sebelumnya.
"Webb membuka berbagai aspek fisika dan kimia atmosfer yang sebelumnya tidak kita ketahui, dan saat ini benar-benar menantang semua model atmosfer yang digunakan sebelum era Webb," ujar Hoch.
Baca Juga: Wali Kota Palu Temui Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Bahas Peluang Kerja Sama Internasional
Penemuan ini mempertegas betapa kompleksnya kelahiran sistem planet dan betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang asal-usul Tata Surya kita sendiri. Dengan terus mengamati sistem seperti YSES-1, para ilmuwan berharap bisa menjawab pertanyaan mendasar tentang bagaimana dunia seperti Bumi dan planet-planet lainnya terbentuk.