MUMBAI,METROSELEBES.COM-Pasar saham India diperkirakan akan dibuka menguat pada Rabu pagi, seiring sentimen positif dari kemajuan pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dengan mitra dagangnya, termasuk India dan Tiongkok. Tren ini sejalan dengan penguatan di bursa Asia lainnya. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu, (11/06/2025).
Baca Juga: AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Awal: Perang Dagang Mereda, Ekspor Mineral Kritis Dilonggarkan
Futures indeks Gift Nifty tercatat berada di level 25.183,50 pada pukul 08.18 waktu India, mengindikasikan pembukaan indeks acuan Nifty 50 akan lebih tinggi dibanding penutupan Selasa di level 25.104,25.
Pasar Asia secara umum juga mengalami kenaikan pada pembukaan perdagangan, ditandai dengan penguatan indeks MSCI Asia ex-Japan sebesar 0,4%. Kenaikan ini dipicu oleh kesepakatan awal antara negosiator AS dan Tiongkok terkait kerangka kerja perjanjian dagang yang dibahas di London, yang kini menunggu persetujuan dari para pemimpin negara masing-masing.
Di sisi lain, India dan Amerika Serikat juga menunjukkan kemajuan dalam pembicaraan dagang bilateral yang digelar di New Delhi. Menurut sumber pemerintah India, topik pembahasan meliputi produk industri, sektor pertanian, pengurangan tarif, serta hambatan non-tarif.
Meski demikian, pada penutupan Selasa, indeks saham utama India bergerak datar dan menghentikan reli empat hari beruntun. Aksi ambil untung di sektor keuangan menjadi penyeimbang dari optimisme pasar terhadap negosiasi dagang AS-Tiongkok.
Baca Juga: Tragedi Berdarah di Sekolah Graz: Mantan Siswa Tewaskan 10 Orang dan Bunuh Diri
“Pasar India tampaknya sedang dalam fase konsolidasi, namun perkembangan positif dalam pembicaraan perdagangan global, likuiditas yang membaik, serta minat investor asing dapat menjaga optimisme para pelaku pasar,” ujar Vikram Kasat, Kepala Divisi Advisory di PL Capital.
Investor portofolio asing (FPI) terus menjadi pembeli bersih saham India untuk hari ketiga berturut-turut pada Selasa, dengan nilai pembelian mencapai 23,02 miliar rupee (sekitar 269 juta dolar AS). Sementara itu, investor institusi domestik (DII) juga mencatatkan aksi beli bersih selama 16 sesi perdagangan berturut-turut.