Baca Juga: Inflasi Terkendali, ECB Siap Akhiri Pemangkasan Suku Bunga
Upaya mediasi juga tengah dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, selaku ketua ASEAN saat ini, serta oleh pihak Tiongkok, namun belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Perselisihan perbatasan antara kedua negara telah berlangsung selama lebih dari satu abad, sejak garis batas pertama kali ditetapkan oleh kolonial Prancis pada tahun 1907 saat Kamboja masih menjadi wilayah jajahannya. Ketegangan besar terakhir terjadi pada 2008 dan memuncak dalam konflik bersenjata pada 2011, terutama terkait kompleks Candi Hindu berusia abad ke-11.
Baca Juga: Trump: Ketua The Fed Baru Segera Diumumkan, Harus Siap Turunkan Bunga
Meskipun hubungan antar pemerintah saat ini terbilang hangat—diperkuat oleh kedekatan pribadi antara mantan pemimpin Thailand Thaksin Shinawatra dan mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen—sentimen nasionalisme yang meningkat di Thailand membuat situasi semakin rumit. Militer Thailand bahkan menyatakan siap melakukan “operasi tingkat tinggi” bila terjadi pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.
Kamboja telah mengajukan rencana untuk membawa sengketa empat wilayah perbatasan ke Mahkamah Internasional (ICJ), namun Thailand menolak yurisdiksi pengadilan tersebut. “Semua isu terkait perbatasan harus diselesaikan melalui negosiasi bilateral,” tegas Phumtham.
Baca Juga: Putusan Kontroversial: Mahkamah Agung AS Dukung DOGE Akses Data Sensitif Warga
Dengan situasi yang semakin memanas dan jalur diplomasi menghadapi hambatan, kawasan ini kini berada di ambang potensi konflik bersenjata yang lebih besar jika ketegangan tidak segera diredakan.