“Jika dana ini dikembalikan ke Rusia, mereka akan menggunakannya untuk membeli tank, rudal, drone, dan melatih pasukan baru,” tegas Mudra. “Dunia harus menunjukkan bahwa perang ilegal membawa konsekuensi finansial yang tak bisa dibalik.”
Kritik Meluas: Dari Diplomasi hingga Akademisi. Mykola Yurlov dari Kementerian Luar Negeri Ukraina juga menilai keputusan tersebut sebagai preseden buruk. Sementara Kira Rudik, anggota parlemen Ukraina, mempertanyakan tanggung jawab sosial investor Barat.
Baca Juga: Pengadilan Inggris Tolak Banding Taipan Rusia Ziyavudin Magomedov dalam Kasus Transneft
“Perusahaan-perusahaan Barat beroperasi di Rusia atas risiko mereka sendiri. Kenapa sekarang masyarakat Eropa harus menanggung kerugian mereka?” kata Rudik.
Di luar Ukraina, kritik juga muncul. Jacob Kirkegaard dari Peterson Institute for International Economics menyebut keputusan itu “sulit dipahami”, karena lebih mementingkan kepentingan korporat ketimbang membantu Ukraina yang sedang berperang.
Uni Eropa Terbelah?. Meski pemerintah Belgia menegaskan bahwa keputusan ini hanyalah implementasi dari kebijakan bersama Uni Eropa, tekanan terhadap blok tersebut kian meningkat. Terlebih, Uni Eropa dijadwalkan akan memperbarui sanksi terhadap Rusia, termasuk pembekuan aset, dalam pertemuan puncak bulan ini. Namun, muncul kekhawatiran bahwa negara seperti Hungaria bisa mencoba menggagalkan upaya tersebut.
Baca Juga: Logam Tanah Jarang: Pembatasan Ekspor China Lumpuhkan Industri Otomotif Global
Di saat yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menjadikan penyelesaian isu aset beku sebagai salah satu syarat utama untuk mengakhiri perang, menurut sumber-sumber Rusia yang dikutip Reuters.
Dalam situasi geopolitik yang genting, keputusan Eropa untuk mengutamakan kompensasi investor Barat dibandingkan mendukung korban perang di Ukraina menimbulkan pertanyaan mendasar tentang arah moral dan politik blok tersebut. Bagi Ukraina, perjuangan untuk mendapatkan keadilan dan dana pemulihan dari aset Rusia yang dibekukan masih jauh dari selesai.