internasional

Mata Uang Real Brasil Diprediksi Stabil, Tapi Tertekan oleh Kekhawatiran Perdagangan dan Defisit

Rabu, 4 Juni 2025 | 21:07 WIB
Real Brasil dan uang kertas Dolar AS terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 18 Desember 2024. Source FOTO: REUTERS

BUENOS AIRES,METROSELEBRS.COM-Nilai tukar real Brasil diperkirakan akan tetap relatif stabil dalam beberapa bulan mendatang, di tengah kekhawatiran investor terhadap memburuknya kondisi neraca eksternal negara tersebut, menurut jajak pendapat terbaru yang dilakukan Reuters. Seperti dikutip dari Reuters pada Rabu (04/06/2025).

Baca Juga: China Perketat Pengawasan Magnet Tanah Jarang dengan Sistem Pelacakan Nasional Baru

Menjelang pertengahan tahun, kinerja real menunjukkan perbaikan dibandingkan ekspektasi awal 2025. Kenaikan suku bunga domestik serta pelemahan dolar AS secara global memberikan dukungan bagi mata uang Brasil. Namun, sentimen investor tertekan oleh keraguan terhadap kemampuan negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin ini dalam menutup defisit transaksi berjalan, yang turut menambah kekhawatiran terkait kondisi fiskal nasional.

 

Survei terhadap 27 analis valuta asing yang dilakukan antara 30 Mei hingga 3 Juni memperkirakan nilai tukar real dalam 12 bulan ke depan akan berada di sekitar level saat ini, yakni 5,64 per dolar AS. Median prediksi menunjukkan real hanya akan melemah tipis sebesar 1,9% menjadi 5,75 per dolar dalam periode tersebut.

Baca Juga: India Gelar Sensus Nasional 2027: Pendataan Kasta Kembali Jadi Perdebatan

Untuk akhir Juni, nilai tukar real diproyeksikan berada di kisaran 5,70 per dolar AS — penguatan sekitar 4,7% dibandingkan prediksi dalam survei Januari lalu yang berada di 5,97. Saat itu, real masih dalam proses pemulihan dari tekanan berat pada akhir 2024.

 

Menurut analis dari Itau Unibanco, penguatan real didukung oleh selisih suku bunga domestik yang menguntungkan serta optimisme terhadap kemajuan dalam perundingan dagang antara Amerika Serikat dan China. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa jika AS berhasil mencapai kesepakatan dagang dengan negara lain, ini dapat memperkuat dominasi ekonomi AS — atau yang disebut "American exceptionalism" — yang pada akhirnya dapat membatasi potensi penguatan lebih lanjut bagi real.

 

“Ketidakpastian fiskal dalam negeri dan dinamika neraca eksternal yang kurang menguntungkan menahan skenario yang lebih positif untuk mata uang Brasil,” ungkap para ekonom dari Itau.

Baca Juga: Ancaman Rudal dan Penutupan Wilayah Udara Semakin Membebani Maskapai Dunia

Sektor ekspor Brasil juga menghadapi tantangan tambahan, termasuk penurunan pengiriman unggas akibat wabah flu burung, serta menurunnya permintaan impor kedelai dari China.

 

Halaman:

Tags

Terkini