Sementara itu, militer Pakistan menyatakan bahwa India tidak lagi menerbangkan pesawat tempurnya setelah mengalami kerugian pada 7 Mei. Namun, India melalui Marsekal Udara A.K. Bharti, Direktur Jenderal Operasi Udara, mengatakan bahwa kerugian adalah bagian dari pertempuran, dan India juga berhasil menembak jatuh beberapa pesawat Pakistan.
Pakistan membantah kehilangan pesawat namun mengakui beberapa pangkalan udara mereka terkena serangan, meski dengan dampak minimal.
Ketegangan Nuklir Diredam. Beberapa serangan disebut terjadi di dekat fasilitas nuklir Pakistan, namun menurut laporan media, fasilitas tersebut tidak menjadi target serangan.
“Sebagian besar serangan dilakukan dengan akurasi tinggi, bahkan hingga satu meter dari titik sasaran yang telah ditentukan,” ujar Chauhan.
Baik India maupun Pakistan menegaskan bahwa senjata nuklir tidak pernah dipertimbangkan dalam konflik ini. “Ada banyak ruang untuk operasi konvensional sebelum batas nuklir itu tercapai. Dalam konflik ini, kedua pihak menunjukkan rasionalitas dalam berpikir dan bertindak,” tegas Chauhan.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun Pakistan dikenal memiliki hubungan erat dengan China, tidak ada indikasi bantuan militer langsung dari Beijing selama konflik.
“Selama kejadian ini berlangsung sejak 22 April, kami tidak melihat aktivitas militer yang tidak biasa di wilayah perbatasan utara kami,” jelasnya.
Baca Juga: Pertahanan Global Goyang: Ketika Eropa Berkata ‘Tidak’ pada Amerika di Asia
Saat ditanya mengenai kemungkinan China memberikan citra satelit atau intelijen real-time kepada Pakistan, Chauhan mengatakan bahwa citra satelit semacam itu tersedia secara komersial dan bisa diperoleh dari berbagai sumber, termasuk China.