TOKYO,METROSELEBES.COM-Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato menyatakan bahwa setiap pembahasan bilateral dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengenai nilai tukar mata uang akan didasarkan pada kesepahaman bersama bahwa volatilitas mata uang yang berlebihan harus dihindari. Selasa (20/05/2025).
Baca Juga: Mahkamah Agung AS Izinkan Trump Cabut Perlindungan Deportasi untuk Warga Venezuela
Dalam konferensi pers di Tokyo pada hari Selasa, Kato mengungkapkan bahwa pertemuan sebelumnya dengan Bessent telah menghasilkan kesepakatan penting mengenai prinsip nilai tukar. “Kami telah mengonfirmasi bahwa nilai tukar seharusnya ditentukan oleh pasar, dan bahwa gejolak yang berlebihan dalam pergerakan mata uang berdampak buruk terhadap perekonomian dan stabilitas keuangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Saya berharap setiap pertemuan dengan Menteri Keuangan AS akan berlandaskan pada pemahaman tersebut. Saya juga ingin bertukar pandangan terkait berbagai isu bilateral, termasuk kebijakan nilai tukar.”
Baca Juga: Perang Ukraina Segera Berakhir? Trump Umumkan Negosiasi Gencatan Senjata, Putin Masih Ragu
Kato dan Bessent dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral di sela-sela forum para pemimpin keuangan G7 yang akan berlangsung minggu ini di Kanada. Isu nilai tukar sengaja dipisahkan dari pembicaraan tarif yang sedang berlangsung secara paralel antara Tokyo dan Washington, mengingat sensitivitas topik tersebut.
Selain itu, Kato juga mengungkapkan bahwa pemerintah Jepang sedang memantau dengan seksama dampak penurunan peringkat kredit Amerika Serikat oleh lembaga pemeringkat Moody’s terhadap ekonomi dan pasar keuangan Jepang.
Baca Juga: Trump Izinkan Kembali Pembangunan Pembangkit Angin Lepas Pantai Empire Wind
Fokus Presiden AS Donald Trump dalam menekan defisit perdagangan Amerika yang besar serta kritiknya terhadap Jepang yang dianggap sengaja melemahkan nilai yen demi keuntungan ekspor, telah memicu ekspektasi pasar bahwa Tokyo akan ditekan untuk membiarkan yen menguat terhadap dolar.
Meski dalam pertemuan sebelumnya di Washington bulan lalu, Kato dan Bessent sepakat untuk melanjutkan dialog yang "konstruktif" mengenai kebijakan nilai tukar, keduanya belum membahas penetapan target nilai tukar ataupun kerangka kerja khusus untuk mengendalikan pergerakan yen.
Baca Juga: General Motors Hentikan Ekspor Mobil ke China, Ada Apa?