PM Modi: Masa Depan Pakistan Terancam Jika Terorisme Terus Didukung

photo author
Moh. Nurfiansyah, Metro Selebes
- Senin, 12 Mei 2025 | 22:48 WIB
Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri resepsi seremonial Presiden Angola Joao Manuel Goncalves Lourenco di istana presiden Rashtrapati Bhavan di New Delhi, India, Mei. Source FOTO: Reuters
Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri resepsi seremonial Presiden Angola Joao Manuel Goncalves Lourenco di istana presiden Rashtrapati Bhavan di New Delhi, India, Mei. Source FOTO: Reuters

METROSELEBES.COM, NEW DELHI – 12 Mei 2025 Perdana Menteri India, Narendra Modi, menegaskan bahwa Pakistan harus menghentikan semua bentuk dukungan terhadap terorisme jika ingin masa depannya tetap aman. Peringatan keras ini disampaikan Modi dalam pernyataan resminya pada Senin (12/5), menyusul bentrokan militer berdarah yang terjadi pekan lalu antara kedua negara bertetangga yang bersenjata nuklir tersebut.

Baca Juga: Duel Sengit Napoli vs Inter: Siapa Rebut Scudetto Musim Ini?

“Jika dunia ingin kita bicara dengan Pakistan, maka pembicaraan itu hanya akan seputar terorisme. Kami tidak akan membahas hal lain kecuali terkait terorisme dan wilayah Kashmir yang diduduki Pakistan,” ujar Modi tegas dalam pidatonya di hadapan publik.

 

Komentar ini menjadi pernyataan publik pertama dari PM Modi sejak ketegangan memuncak akibat serangan udara India yang ditujukan ke wilayah Pakistan pada Rabu lalu. New Delhi mengklaim serangan itu ditujukan ke kamp pelatihan teroris yang disebut-sebut berada di wilayah Pakistan, sebagai tanggapan atas serangan terhadap wisatawan Hindu di Kashmir India yang menewaskan 26 orang dua pekan sebelumnya.

Baca Juga: AS-Tiongkok Sepakat Redakan Perang Dagang, Bursa Dunia Bangkit

India menyalahkan Pakistan atas serangan tersebut, menuduh negara tetangganya itu memberikan dukungan kepada kelompok militan. Namun, Islamabad membantah keras tuduhan tersebut dan menilai India menggunakan dalih terorisme untuk menutupi pelanggaran di wilayah sengketa.

 

Ketegangan antara kedua negara sempat memanas hingga akhirnya tercapai kesepakatan gencatan senjata pada Sabtu lalu. Meski demikian, pernyataan PM Modi menunjukkan bahwa ketegangan diplomatik masih jauh dari mereda.

Baca Juga: Tragedi di Garut: Ledakan Susulan Saat Pemusnahan Amunisi Tewaskan 11 Orang

Konflik antara India dan Pakistan, khususnya terkait wilayah Kashmir, telah berlangsung selama beberapa dekade dan menjadi sumber utama ketegangan di Asia Selatan. Seruan Modi untuk mengakhiri "infrastruktur terorisme" bisa memperkeruh upaya diplomasi, namun juga dianggap sebagian pihak sebagai desakan untuk memerangi radikalisme lintas batas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Moh. Nurfiansyah

Sumber: Reuters

Tags

Rekomendasi

Terkini

X