METROSELEBES – Pejuang Hamas yang tergabung dalam Brigade Al Qassam adalah pasukan elite yang paling ditakuti di dunia.
Saat berperang, pasukan ini tak takut mati. Menang atau mati syahid telah menjadi semboyan pasukan ini.
Usai berperang, setidaknya ada tiga aktivitas yang kerap dilakukan anggota Brigade Al Qassam: Tadarus Al Qur’an, Murojaah atau menyantuni anak yatim.
Tadarus Al Qur’an hukumnya wajib bagi anggota Brigade Al Qassam. Dengan memperbanyak membaca Al Qur’an, pasukan ini senantiasa berharap bantuan Allah SWT saat menghadapi musuh.
Para pejuang ini yakin dan percaya bahwa segala kekuatan datangnya dari bantuan Allah SWT.
Manusia tidak mempunyai daya apapun kecuali digerakkan oleh Allah.
Keyakinan ini mereka pedomani dari Al Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW, dimana ketika berperang, Nabi Muhammad selalu dimenangkan Allah meski dengan pasukan dan persenjataan yang lebih kecil ketimbang musuh.
Aktivitas kedua yang kerap mereka lakukan adalah murojaah.
Baca Juga: CARA KOTOR ISRAEL LAWAN HAMAS, Blokade Suplay Makanan ke Palestina, Warga Sipil Terancam Kelaparan
Perlu diketahui, murojaah adalah mengulang hafalan dibantu oleh rekan atau gurunya yang juga menghafal Al Qur’an.
Aktivitas murojaah ini hukumnya juga wajib agar hafalan Al Qur’an anggota Brigade Al Qassam tidak terlupakan.
Hal ini sebagaimana Hadist Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa hafalan Al Qur’an lebih cepat hilang dibandingkan unta yang dicuri dalam keadaan diikat.
Murojaah ini juga menjadi penting, karena syarat masuk menjadi Anggota Brigade Al Qassam yang paling utama adalah hafalan Al Qur’an.