Namun, Menteri P2MI menyayangkan masih maraknya jalur non-prosedural yang ditempuh masyarakat. Ia pun menekankan perlunya mengubah paradigma bekerja ke luar negeri.
"Bekerja di luar negeri bukan hanya soal uang, tapi juga tentang masa depan, pengalaman, dan kehormatan. Namun, semua itu harus melalui jalur legal, bukan calo atau dokumen palsu," tegasnya.
Untuk menyiapkan generasi muda, kementerian mendorong pembentukan Kelas Migran di sekolah-sekolah. Program ini diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mempersiapkan diri secara dini dalam aspek teknis, bahasa, hingga kesiapan mental.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah di Sulawesi Tengah dan diikuti ribuan pelajar SMA, SMK, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu.***
Artikel Terkait
Undata Berbenah, Gubernur Anwar Hafid: Jangan Mau Kalah dari Rumah Sakit Elit!
Hadiri Sertijab Bupati Parigi Moutong, Gubernur Anwar Hafid: Jangan Lagi Jalan Sendiri-Sendiri
Living Plaza Palu Resmi Dibuka, Wali Kota Hadianto: Ini Tonggak Sejarah Baru
Jelang Idul Adha, Satgas Madago Raya Intensif Sisir Jalur Pegunungan Poso
Durian Parigi Moutong Tembus Pasar Global: Transformasi Buah Lokal Jadi Simbol Ekonomi Daerah
Ustadz Yahya Waloni Wafat Saat Sampaikan Khutbah Idul Adha di Makassar
Kapolda Sulteng Salat Idul Adha Bersama Ribuan Warga di Lapangan Mapolda
Idul Adha 1446 Hijriah, Warga Jawa di Sulteng Berkurban 232 Ekor Sapi
Gubernur Papua Barat Daya Tegaskan Pulau Gag Tak Tercemar Tambang Nikel: Pemberitaan Itu Hoak
Sebanyak 784 Calon Mahasiswa Baru Ikuti SSE UMPTKIN di UIN Datokarama Palu