Baca Juga: Satgas Madago Raya Tanamkan Nasionalisme Lewat Upacara Bendera Bersama Siswa SD-SMP di Poso
Situasi ekonomi yang menantang juga menjadi bagian penting dalam perdebatan kampanye. Ekonomi Korea Selatan mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini, dipicu oleh menurunnya ekspor dan konsumsi domestik, serta ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pemerintah Korea Selatan sedang dalam negosiasi dengan Washington untuk mendapatkan pengecualian dari tarif tinggi yang diberlakukan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Dengan masa kampanye memasuki tahap akhir dan masa tenang survei mulai Rabu, para kandidat menghadapi waktu yang semakin sempit untuk mengubah peta dukungan. Namun, jika tren saat ini berlanjut, Korea Selatan kemungkinan besar akan memilih seorang presiden liberal dengan mandat kuat untuk memulihkan stabilitas politik dan ekonomi pasca krisis.