Sebanyak 1.328 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang tersebar di 105 desa akhirnya ditarik.
Mereka berasal dari Unej, UIJ, UIN KHAS, STIA Pembangunan, Poltekkes Jember, Unipar, UniLu, dan STKIP Lumajang.
KKN Kolaboratif yang dimulai pada 15 Juli 2025 ini diharapkan menjadi ajang pengabdian lintas kampus, namun harus berakhir prematur khusus untuk wilayah Lumajang.
Baca Juga: Kecapi: Permata Tropis Penjaga Kesehatan yang Mulai Dilupakan
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lumajang tahun 2024 menunjukkan, angka kriminalitas di kabupaten ini meningkat 12% dibanding tahun sebelumnya, dengan pencurian kendaraan bermotor sebagai kasus terbanyak.
Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan kepolisian untuk memastikan keamanan di wilayahnya, terlebih saat ada kegiatan besar yang melibatkan mahasiswa dari luar daerah.
Pihak kampus berharap kejadian ini menjadi momentum bagi Pemkab dan aparat kepolisian untuk memperbaiki sistem keamanan desa.
Baca Juga: PPATK & Kemensos Sisir Rekening Penerima Bansos, Judi Online Jadi Sasaran Pembersihan Data
“Ini bukan berarti Lumajang tidak aman secara keseluruhan, tapi kami ingin semua pihak bergerak agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Ali.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi investigatif berita ini dengan menambahkan pola pencurian dan data keamanan desa untuk memperkuat liputan. Itu akan membuatnya lebih tajam dan eksklusif.***