viral

Jerit Emosi Ayah Korban: TNI Diminta Kembali ke Jalur Kehormatan

Jumat, 8 Agustus 2025 | 20:53 WIB
Duka mendalam menyelimuti keluarga Serma Chrestian Namo setelah anaknya, Prada Lucky Chepril Saputra Namo, dilaporkan meninggal dunia akibat pemukulan. (Tangkap layar vidio fb Daeng Tinggi Tammo)

Di sisi lain, komentar Bukhori Bahri menyoroti pernyataan sang ayah yang membawa-bawa nama Merah Putih. "Bapak bela keluarga boleh, tapi jangan selalu bawa institusi," ujarnya.

Namun komentar ini dibantah warganet lain seperti Teguh Winarto dan Mahran Gunsek yang meminta empati atas rasa kehilangan dan kemarahan seorang ayah yang sedang berduka akibat hukum yang tak berpihak.

Insiden ini bukanlah yang pertama. Berdasarkan data dari Komnas HAM, sepanjang tahun 2023, terdapat lebih dari 80 laporan terkait kekerasan oleh aparat, termasuk militer.

Baca Juga: Evaluasi 10 Bulan Pemerintahan Prabowo: Soliditas Kabinet Merah Putih Tuai Apresiasi

Kasus Prada Lucky menjadi contoh nyata bagaimana sistem yang seharusnya melindungi justru kadang menjadi sumber luka bagi rakyatnya sendiri.

Sebagai bentuk tindak lanjut, pihak kepolisian dan militer dilaporkan telah menangkap pelaku yang diduga terlibat dalam pemukulan terhadap Prada Lucky.

Namun masyarakat menuntut agar proses hukum dilakukan secara transparan dan adil, tanpa perlindungan institusional terhadap pelaku.

Baca Juga: Evaluasi 10 Bulan Pemerintahan Prabowo: Soliditas Kabinet Merah Putih Tuai Apresiasi

 

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kehormatan bukan hanya soal seragam dan jabatan, tapi tentang bagaimana sebuah institusi menjaga nyawa, keadilan, dan kepercayaan rakyat. Sudah saatnya TNI kembali ke jalur kehormatan.***

Halaman:

Tags

Terkini