Indonesia-Tiongkok Perkuat Aliansi Industri Pertahanan dan Alat Berat: PT Pindad Teken MoU Strategis dengan Norinco dan Sany Group

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Rabu, 7 Mei 2025 | 21:33 WIB
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Pindad (Persero) dengan dua perusahaan terkemuka asal Tiongkok, Norinco dan Sany Group, pada Rabu (7/5/2025) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. (Instagram kemhanri)
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Pindad (Persero) dengan dua perusahaan terkemuka asal Tiongkok, Norinco dan Sany Group, pada Rabu (7/5/2025) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. (Instagram kemhanri)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Dalam langkah strategis untuk memperkuat industri pertahanan dan manufaktur nasional, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT PINDAD (Persero) dengan dua perusahaan terkemuka asal Tiongkok, Norinco dan Sany Group, pada Rabu (7/5/2025) di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut konkret dari pertemuan strategis 2+2 antara Menhan dan Menlu Indonesia dengan Menhan dan Menlu Tiongkok di Beijing beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Kementerian PUPR Dapat Tambahan Anggaran Rp73,76 Triliun untuk Percepat Proyek Strategis Nasional 2025

Kesepakatan ini mencakup kerja sama luas, termasuk sistem persenjataan, amunisi, kendaraan militer, serta peluang pengembangan kendaraan listrik dan mesin pertanian bersama Norinco.

Di sisi lain, kolaborasi dengan Sany Group difokuskan pada alat berat seperti ekskavator, yang meliputi kegiatan pengembangan bersama, produksi bersama, hingga peningkatan kandungan lokal di Indonesia.

Selain itu, pada 30 April 2025, PT Pindad juga telah menandatangani MoU dengan sejumlah perusahaan strategis Tiongkok lainnya, yakni Zhengzhou Chengda Diesel Engine, Shandong Gold Dafeng Machinery, dan Fengzhu Group.

Baca Juga: DPR RI Ancam Tahan Dana Transfer, Pemkot Palu Disorot Belum Gunakan Bank Sulteng

Kerja sama ini mencakup pasokan mesin strategis, alat pertanian, dan teknologi pengering gabah yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Langkah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam memperkuat industri dalam negeri melalui aliansi strategis global yang berorientasi pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas produksi nasional.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Sumber: instagram kemhanri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Iran Pasti akan Balas Dendam

Kamis, 2 Juli 2026 | 10:40 WIB
X