Inti berita:
• Seskab Teddy Indra Wijaya menempati posisi kedua pejabat Kabinet Merah Putih dengan penilaian kinerja positif sebesar 33,5 persen dalam survei IPO.
METROSELEBES.com, JAKARTA — Nama Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya kembali mencuri perhatian dalam peta penilaian publik terhadap jajaran Kabinet Merah Putih. Kali ini, bukan sekadar soal popularitas, tetapi juga persepsi masyarakat terhadap kinerjanya di pemerintahan.
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang digelar 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 menempatkan Teddy di posisi kedua pejabat kabinet dengan penilaian kinerja positif. Dari 1.200 responden, sebanyak 33,5 persen memberikan penilaian positif terhadap kinerja Seskab Teddy.
Posisi teratas ditempati Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan 42,8 persen, sedangkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berada di peringkat ketiga dengan 32 persen. Setelah itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat 30,9 persen, Menko Pangan Zulkifli Hasan 26,5 persen, dan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono 25,3 persen.
Baca juga: Pesan Amran Sulaiman untuk 10 Ribu Mahasiswa Baru Unhas: Mimpi Besar Saja Tak Cukup, Harus Bertindak
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan persepsi mengenai kinerja pejabat tidak berdiri sendiri. Menurutnya, tingkat pengenalan publik turut memengaruhi bagaimana seorang menteri maupun pejabat kabinet dinilai.
“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas,” ujar Dedi dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Selasa, 11 Agustus 2026. Ia menyebut Purbaya berada di posisi teratas, disusul Teddy dan Bahlil.
Dari sisi popularitas, Teddy juga berada di jajaran teratas. Sebanyak 41 persen responden mengaku mengetahui atau mengenal nama Seskab Teddy, menempatkannya di posisi kedua setelah Purbaya yang mencapai 43,5 persen. Di bawah Teddy, terdapat Bahlil 32,8 persen, AHY 30,4 persen, dan Zulkifli Hasan 26,1 persen. Meski demikian, IPO juga mencatat adanya penilaian negatif terhadap sejumlah pejabat, menunjukkan persepsi publik terhadap kinerja kabinet masih dinamis.
Survei tersebut menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS) dengan margin of error 2,90 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. IPO menyebut penilaian masyarakat dapat berubah mengikuti perkembangan situasi dan kinerja pemerintahan, sehingga posisi para pejabat dalam persepsi publik bukanlah sesuatu yang bersifat tetap. (*)
(Ade/Fir)
Artikel Terkait
Pengabdian Sunyi Laode Iman Sutrisno, Menyalakan Harapan di Sekolah Pulau Terpencil Makassar
11 Kantor Pemerintahan di Puncak Dibakar Massa, Penyaluran Dana Desa Berujung Kericuhan
Rumah yang Digeruduk Massa Ternyata Sudah Kosong, Polisi Ungkap Jejak MC Tantangan Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras
Orang Tua Affan Kurniawan Minta Tak Ada Peringatan Setahun, Cukup Doa untuk Almarhum
Pesan Amran Sulaiman untuk 10 Ribu Mahasiswa Baru Unhas: Mimpi Besar Saja Tak Cukup, Harus Bertindak