Inti berita:
• Presiden Prabowo memperkuat operasi penanganan Karhutla di Kalimantan dengan mengerahkan sinergi TNI-Polri.
• Beredar di media sosial Prabowo menunjuk Haji Isam untuk membantu koordinasi darurat di lapangan.
METROSELEBES.com, BANJARMASIN — Asap dan kobaran api yang muncul di sejumlah kawasan Kalimantan membuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto merespons situasi tersebut dengan menginstruksikan penguatan operasi gabungan TNI-Polri agar pengendalian api dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.
Perhatian khusus tertuju pada kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang berada tidak jauh dari Bandara Internasional Syamsudin Noor. Posisi tersebut membuat upaya pemadaman bukan sekadar soal mengendalikan titik api, tetapi juga menjaga keselamatan masyarakat serta aktivitas transportasi udara dari potensi gangguan asap.
Baca juga: Karhutla Kalteng: 34 Titik Api Dipadamkan, Lahan Gambut Pulang Pisau Masih Jadi Perhatian
Di tengah operasi tersebut, muncul narasi dari media sosial terkait sosok yang mendapat mandat khusus untuk membantu mengonsolidasikan penanganan di lapangan. Dalam narasi disebut pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, diminta Presiden Prabowo untuk memimpin koordinasi darurat. Perintah itu disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melalui sambungan telepon sebagai bentuk delegasi Presiden.
Haji Isam kemudian disebut bertolak dari Jakarta menuju Banjarmasin. Kedatangannya diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur Forkopimda dalam menghadapi karakter lahan gambut yang membuat proses pemadaman tidak mudah dan membutuhkan strategi khusus.
Namun, pihak Istana membantah keterlibatan H. Isam. "Nggak benar itu, gak ada," ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan, Ahad (23/8/2026).
Baca juga: Karhutla Membara di Kalimantan, Prabowo Turun Tangan dan Kerahkan TNI-Polri
Menurutnya pembagian tugas sudah dilakukan dan TNI-Polri dipercaya memimpin operasi penanganan Karhutla. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohammad Tonny Harjono dilaporkan ikut turun untuk memetakan kebutuhan serta taktik operasi pemadaman. Keterlibatan unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla diposisikan sebagai operasi lintas sektor yang membutuhkan komando dan koordinasi terpadu.
Baca juga: KPK Bongkar Asal Usul Uang Rp1,12 Miliar yang Seret Rektor Unsoed Jadi Tersangka
Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat lokalisasi dan pemadaman api, khususnya pada kawasan gambut yang sulit dijangkau. Di sisi lain, kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi cuaca dan angin dapat memengaruhi penyebaran api maupun asap.
Artikel Terkait
Kebakaran Pondokan Tamalanrea, Empat Bangunan Dilalap Api, Unhas Bantah Akses Damkar Terkendala Portal Kampus
KPK Bongkar Asal Usul Uang Rp1,12 Miliar yang Seret Rektor Unsoed Jadi Tersangka
I La Galigo Menembus Panggung Prancis, Warisan Bugis Sulsel Diperkenalkan ke Eropa
60 M³ Kayu Ditemukan di SM Kerumutan, 6 Orang Jadi Tersangka Pembalakan Liar
Karhutla Membara di Kalimantan, Prabowo Turun Tangan dan Kerahkan TNI-Polri
Diduga Ditinggal Memasak, Rumah Warga di Bijawang Bulukumba Ludes Terbakar
Karhutla Kalteng: 34 Titik Api Dipadamkan, Lahan Gambut Pulang Pisau Masih Jadi Perhatian