Prabowo Singgung 4 Kali Kalah Pilpres Lalu Titip Pesan soal Demokrasi

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Jumat, 11 September 2026 | 05:56 WIB
Prabowo mengingatkan politikus agar tak menjadikan perbedaan dan persaingan sebagai alasan untuk bermusuhan, tapi demokrasi tetap berkawan. (Dok.Instagram@agusyudhoyono)
Prabowo mengingatkan politikus agar tak menjadikan perbedaan dan persaingan sebagai alasan untuk bermusuhan, tapi demokrasi tetap berkawan. (Dok.Instagram@agusyudhoyono)

Inti berita:

Prabowo menegaskan kompetisi dan kritik merupakan bagian dari demokrasi, tetapi perbedaan politik tidak boleh merusak kerukunan dan persahabatan.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA — Riuh persaingan politik tak selalu harus berujung pada permusuhan. Presiden Prabowo Subianto justru mengingatkan para pelaku politik agar tetap bisa berbeda, saling mengkritik, bahkan berkompetisi, tanpa kehilangan sikap sebagai sesama anak bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo ketika menghadiri puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di GBK Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Di hadapan kader dan undangan, ia menggambarkan demokrasi Indonesia sebagai ruang dengan banyak warna, tempat perbedaan pandangan seharusnya tetap mendapat tempat.

Baca juga: Rp3 Miliar Menanti Peraih Emas Asian Games 2026, Ini Pesan Prabowo untuk Atlet Indonesia 

Bagi Prabowo, kritik dan persaingan bukan persoalan selama semuanya berjalan dalam koridor demokrasi. Ia justru menilai saran, rekomendasi, hingga kritik yang mungkin terasa tidak nyaman merupakan bagian dari dinamika politik. “Tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga,” tegas Prabowo.

Sorotan Prabowo kemudian mengarah pada perjalanan Partai Demokrat. Ia menyebut partai tersebut pernah berada di pemerintahan maupun di luar kekuasaan, tetapi menurutnya tetap menjaga sikap dalam berdemokrasi. “Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo.

Baca juga: Antrean BBM Mengular, DPRD Sulsel Tagih Langkah Nyata, Pertamina Buka Suara 

Pengalaman serupa juga pernah dilalui Prabowo sendiri. Ia mengaku beberapa kali gagal memenangkan kontestasi sebelum akhirnya mendapat mandat sebagai presiden. Kekalahan, menurut dia, bukan alasan untuk berhenti dalam perjalanan politik. “Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi,” ujarnya.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Partai Demokrat dalam Pemilu 2019 dan 2024. Dukungan tersebut, kata dia, memperlihatkan adanya kesamaan cita-cita dan prinsip dalam membangun Indonesia, meski dinamika politik terus berubah.

Baca jugaAdidas Disorot Gara-Gara Kampanye Sepatu Satuan Libatkan Mantan Tentara Israel

Pesan tersebut bermuara pada satu hal: politik harus tetap menjadi jalan pengabdian kepada rakyat. Karena itu, Prabowo meminta kompetisi tidak menghapus persatuan. “Kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi,” pungkas Prabowo. (*)

(Fir/Zul)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X