Telepon Mensesneg di Toilet Senayan Jadi Awal Purbaya Tahu Nasibnya sebagai Menkeu

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB
Menyoroti Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dirinya mengetahui keputusan reshuffle dari telepon Mensesneg Prasetyo Hadi saat berada di toilet Senayan. (Dok.Instagram@prmn/bubuh)
Menyoroti Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dirinya mengetahui keputusan reshuffle dari telepon Mensesneg Prasetyo Hadi saat berada di toilet Senayan. (Dok.Instagram@prmn/bubuh)

Inti berita:

Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendapat kepastian soal pergantian dirinya sebagai Menteri Keuangan setelah ditelepon Mensesneg Prasetyo Hadi di tengah Rapat Kerja DPD RI.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA – Sebuah panggilan telepon di tengah kesibukan Rapat Kerja DPD RI menjadi titik balik bagi Purbaya Yudhi Sadewa. Saat berada di toilet Kompleks Parlemen Senayan, Senin (14/9/2026), ia menerima kabar dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi tentang keputusan reshuffle kabinet yang berujung pada pergantian dirinya sebagai Menteri Keuangan.

Kabar tersebut kemudian terjawab sehari berselang. Purbaya hadir dalam serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026), sekaligus menyerahkan tongkat kepemimpinan fiskal kepada Suahasil Nazara.

Baca juga: Rp40 Triliun Nyaris Bocor, KPK Bongkar Celah Uang Negara dari Aset hingga Belanja Daerah 

Purbaya mengungkapkan, kemungkinan dirinya digeser sebenarnya sudah masuk dalam perhitungannya. Namun, kepastian baru diperoleh setelah telepon dari Mensesneg tersebut masuk. “Pak Prasetyo (Mensesneg),” kata Purbaya ketika ditanya awak media mengenai sosok yang menghubunginya.

Ia menyebut peluang pergantian itu sebelumnya berada pada posisi seimbang. “Ya kita udah hitung-hitung. Kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu,” ujarnya.

Baca juga: OTT KPK Guncang ATR/BPN, 17 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Miliar Disita 

Pergantian tersebut kemudian dikaitkan dengan langkah penataan besar-besaran di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Saat ditanya apakah kebijakan terhadap ratusan pejabat di dua institusi itu turut menjadi pertimbangan pencopotannya, Purbaya tidak sepenuhnya membantah. Ia menyebut sebagian persoalan memang berkaitan dengan keputusan tersebut, sementara sisanya merupakan hak prerogatif Presiden.

Meski begitu, Purbaya membantah jika pergantian dirinya terjadi karena benturan kebijakan dengan pemerintah pusat. Ia menegaskan kebijakan fiskal selama masa jabatannya tetap berada dalam garis arahan Presiden. “Gak ada. Kan kebijakan kita ikutin semua kebijakan presiden. Amanlah itu,” tegasnya.

Baca juga: Skandal Biksu Senior Thailand Terbongkar, Dugaan Seks dan Dana Rp114 Miliar Disita Polisi 

Kini, kursi Menteri Keuangan berada di tangan Suahasil Nazara. Pergantian itu menandai babak baru pengelolaan fiskal pemerintah, sementara Purbaya memilih menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari kewenangan Presiden. Ia pun mengaku telah memperkirakan kemungkinan tersebut sebelum akhirnya mendapat kepastian lewat sebuah panggilan telepon singkat di Senayan. (*)

(Ade/Fir)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X