Pabrik-pabrik Tiongkok kini mampu memproduksi 54 juta kendaraan per tahun, hampir dua kali lipat dari jumlah aktual produksi. Overkapasitas ini memicu perang harga brutal, termasuk strategi menjual mobil baru sebagai “bekas nol kilometer” dengan diskon ekstrem.
Untuk mengimbangi kerugian, produsen Tiongkok mendorong ekspor. Menurut Phil Dunne dari Stax Consulting, "Produsen tradisional tak bisa bersaing dari sisi harga – karena Cina akan selalu menang." Meski begitu, di pasar seperti Eropa, produsen lama masih unggul dalam memahami selera konsumen.
Zeekr dan Fleksibilitas Produksi
Zeekr, merek premium milik Geely, telah menguasai sistem produksi fleksibel: satu lini perakitan bisa memproduksi berbagai model – termasuk dari merek lain seperti Polestar. Dengan pengembangan 24 jam dari tim Shanghai, Hangzhou, dan Gothenburg, proses desain dan produksi dipercepat secara signifikan.
Baca Juga: China Balas Larangan Uni Eropa dengan Pembatasan Impor Alat Medis Bernilai Tinggi
Meskipun banyak memangkas proses uji kualitas, mobil-mobil Cina secara mengejutkan mendapat rating keselamatan bintang lima dari Euro NCAP. “Lupakan anggapan bahwa produk Cina itu berarti kualitas atau keamanan rendah,” ujar Matthew Avery, Direktur Strategi Euro NCAP.
Ancaman Nyata bagi Raksasa Global
Dengan kecepatan pengembangan, biaya rendah, dan fleksibilitas tinggi, produsen otomotif Cina tak hanya mendominasi pasar dalam negeri, tetapi juga dengan cepat merambah pasar global. Taruhan mereka kini adalah apakah mereka bisa mempertahankan momentum di tengah proteksionisme negara-negara besar seperti AS dan Eropa.