Inti berita:
• Marc Marquez belum pernah finis di balapan utama MotoGP Mandalika sejak 2022. Tahun ini ia datang dengan Ducati yang lebih nyaman dan bertekad mengubah rekor buruk tersebut.
METROSELEBES.com, MANDALIKA – Ada satu garis yang belum pernah berhasil dilewati Marc Marquez di Mandalika. Sejak MotoGP Indonesia digelar di Lombok pada 2022, pembalap Ducati Lenovo Team itu belum sekalipun menyelesaikan balapan utama hari Minggu di Sirkuit Mandalika.
Empat edisi, empat cerita berbeda. Pada 2022, Marquez bahkan tidak sempat memulai balapan setelah mengalami kecelakaan keras saat pemanasan. Setahun kemudian ia kembali gagal finis, lalu masalah mesin menghentikan langkahnya pada 2024. Musim 2025 pun berakhir lebih cepat setelah insiden lap pertama dengan Marco Bezzecchi.
Baca juga: Marc Marquez Curi Kemenangan di Motegi, Puncak Klasemen MotoGP 2026 Makin Panas
Rentetan itu kemudian melahirkan istilah “kutukan Mandalika”. Namun, jika melihat lebih dekat, tidak ada satu penyebab tunggal yang menjelaskan kegagalan tersebut. Karakter lintasan, kondisi panas, tuntutan terhadap ban, hingga insiden balapan menjadi bagian dari cerita yang terus berulang.
Justru di titik itulah tantangan Marquez pada MotoGP Indonesia 2026 menjadi menarik. Mandalika menuntut pembalap menjaga ritme, konsistensi, serta pengelolaan ban dalam kondisi yang bisa berubah cepat. Marquez harus membuktikan bahwa kecepatan saja tidak cukup untuk menaklukkan lintasan yang pernah menggagalkan langkahnya berkali-kali.
Baca juga: Marc Marquez Menang Sprint Motegi, Drama Track Limit Bikin Podium Berubah, Posisi Martin Terancam!
“Berdasarkan sejarah, Indonesia adalah sirkuit terburuk bagi saya karena setiap tahun saya selalu memiliki kenangan buruk di sana. Hubungan dengan Mandalika saat ini kurang begitu baik. Kita tidak pernah menyelesaikan balapan pada hari Minggu,” kata Marquez, mengakui sendiri buruknya rekam jejak tersebut.
Namun kali ini ia datang dengan modal berbeda. Performa Ducati yang membuatnya merasa semakin nyaman sejak GP Aragon menjadi salah satu alasan Marquez percaya diri menghadapi akhir pekan di Lombok. Ia juga datang setelah meraih kemenangan di MotoGP Jepang dan hanya terpaut dua poin dari Jorge Martin dalam perebutan puncak klasemen.
“Saya belum pernah finis di sana, kan? Nah, tahun ini akan berbeda. Jadi, benar bahwa tahun ini kita akan mencoba mengubahnya,” ujar Marquez.
Di sisi lain, Mandalika tetap bukan lintasan yang bisa diperlakukan seperti sirkuit biasa. Panas, karakter tikungan yang menuntut presisi, serta kebutuhan menjaga kondisi ban sepanjang balapan membuat kesalahan kecil berpotensi mengubah seluruh hasil. Karena itu, target pertama Marquez sebenarnya sederhana tetapi penting: menyelesaikan balapan utama tanpa insiden.
Artikel Terkait
Bansos Tahap 4 Dibuka, Warga Bisa Usulkan PKH dan BPNT Lewat Portal Perlinsos
Gugatan Ijazah Gibran Kandas di MK, Apa Makna Putusan Tak Dapat Diterima?
Surat Pemakzulan Husniah Melaju ke Kemendagri, Nasib Bupati Gowa Masuk Tahap Penentuan
Gibran Akhirnya Buka Suara soal Catatan Pendidikan di Putusan MK, “Segera Kami Follow Up”
Modus Operandi Perjalanan Dinas Diduga Fiktif, Mantan Kepala BP2P Sulawesi III Resmi Ditahan Kejati Sulsel