4. Bayer Leverkusen – Jerman
Baca Juga: Dibuang Manchester United, Bersinar di Real Betis. Inilah Sisi Lain dari Antony
Leverkusen punya pengalaman pahit di musim 2001/2002. Saat itu, mereka kalah di tiga final berbeda: Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions. Di partai Eropa, mereka dikalahkan Real Madrid 1-2 lewat gol ikonik Zinedine Zidane. Namun musim 2023/2024 menjadi titik balik bagi mereka, dengan performa luar biasa di bawah pelatih muda Xabi Alonso.
5. Valencia – Spanyol
Valencia menjadi kuda hitam di awal 2000-an, ketika mereka dua kali berturut-turut menembus final Liga Champions. Namun keduanya berujung kegagalan—kalah dari Real Madrid pada 1999/2000 dan dari Bayern Munich lewat adu penalti pada 2000/2001. Setelah itu, Valencia perlahan meredup dari persaingan elite Eropa.
6. AS Roma – Italia
Meski punya sejarah panjang di Serie A, AS Roma belum pernah mencicipi gelar Liga Champions. Kesempatan terbaik mereka datang pada 1984 saat menjadi tuan rumah final, namun kalah dramatis dari Liverpool lewat adu penalti. Di era modern, mereka belum mampu kembali mencapai partai puncak kompetisi ini.
7. Tottenham Hotspur – Inggris
Spurs mencetak kejutan besar di musim 2018/2019 ketika mereka mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya. Dalam perjalanan yang dramatis, mereka menyingkirkan Manchester City dan Ajax. Namun di final, mereka kalah 0-2 dari Liverpool. Sejak itu, Tottenham belum lagi bisa mengulangi pencapaian tersebut.