“Pemerintah sudah memberi ruang dengan HAP, supaya sama-sama membangun kekuatan petani. Tatkala Danantara sudah turun tapi masih ada yang jual di bawah, laporkan ke kami. Siapa yang beli dan siapa yang jual,” tegasnya.
Untuk diketahui, produksi gula Indonesia pada periode 2024/2025 diproyeksikan mencapai 2,6 juta ton. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai produsen gula terbesar kedua di ASEAN setelah Thailand yang memproduksi 10 juta ton, disusul Filipina 1,8 juta ton dan Vietnam 1,1 juta ton. ***
Artikel Terkait
Dana Pensiun ASN di Taspen Terancam, Pemerintah Ingatkan Risiko Likuiditas dan Lonjakan Klaim
Ada TNI Saat Pengamanan Demo di DPR, Polri Tegaskan Sudah Sesuai SOP
Tahun 2026, Masyarakat Beli Beli Gas LPG 3 Kg Wajib Pakai NIK
Wamendagri Akui Pajak Bangunan Masih Jadi Tulang Punggung Pemasukan Daerah
Masalah Sampah Jadi PR Tahunan, Zulhas Ungkap Teguran Prabowo Soal Percepatan Penyelesaian
Tunjangan Rumah DPR Hanya Berlaku Sementara, Publik Ramai Pertanyakan Keadilan
Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Baru, Potensi Besar di Sektor Pertanian hingga Digital
Pemerintah Gelontorkan 45 Ribu Ton Beras SPHP, Jaga Harga Tetap Stabil Hingga 2025
Digitalisasi Koperasi Desa Didorong Jadi Gerakan Hybrid Inklusif untuk Rakyat
Sri Mulyani Tegaskan: Pajak Penentu Indonesia Maju, Bukan Sekadar Kewajiban