JAKARTA, METROSELEBES.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk mengalihkan sebagian penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, mulai 1 Agustus 2025.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta menyeimbangkan beban operasional antarbandara di wilayah Jabodetabek.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk maskapai dan operator bandara.
Baca Juga: Ada Tiket Gratis Kemenhub Naik Kapal Laut Mudik 2024, Berikut Rutenya Kedaerah Mana Saja....
“Kami telah menyampaikan rencana ini kepada operator penerbangan dan mereka mendukung sepenuhnya,” ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).
Maskapai nasional seperti Citilink dan Batik Air menyambut baik kebijakan ini dan menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan rute penerbangan.
Hal yang sama disampaikan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta.
“Kami siap menerima perpindahan rute ini. Dulu Halim pernah ditutup total, dan seluruh penerbangan berhasil kami tangani di Soekarno-Hatta,” kata General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Ananda Wicaksana.
Baca Juga: Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad
Menurut Dwi, sekitar 24 penerbangan atau setara 50 persen dari total penerbangan di Halim akan dialihkan. Terminal 1C di Soekarno-Hatta juga akan diaktifkan kembali secara bertahap, dimulai Agustus 2025 dan diproyeksikan rampung operasional penuh pada Oktober 2025.
“Citilink akan menempati Terminal 1C, menyesuaikan dengan jadwal baru,” tambahnya.
Kemenhub meminta maskapai dan pihak bandara untuk aktif menyosialisasikan perubahan ini agar penumpang tidak mengalami kebingungan.
Tips Perjalanan untuk Penumpang
Sebagai bentuk antisipasi, penumpang diimbau untuk:
Artikel Terkait
Penurunan Tarif Impor Jadi Momentum Emas Diplomasi Dagang RI-AS
Kopdes Merah Putih: Tiga Tahap Bangun Kemandirian Ekonomi Desa
78 Ribu Kopdes Resmi: Bukti Kedaulatan Ekonomi Dimulai dari Desa
DPR Usul Larangan Akun Ganda, Demi Jaga Ekosistem Digital Nasional
Skema Cerdas Kopdes Merah Putih: Tanpa APBN, Tetap Beri Untung dari Sembako
Uang Tunai Gantikan Beras: Bansos Rp200 Ribu/Bulan Jadi Andalan Nutrisi Rakyat
Beras Aman, Tapi Curang Mengintai: Pemerintah Temukan Kecurangan Rp99 Triliun
MK Tolak Naikkan Syarat Pendidikan Capres-Cawapres Jadi Sarjana, Lulusan SMA Tetap Bisa Maju Pilpres
RI Kena Tarif Impor 19 Persen dari AS, Mendag: Justru Jadi Peluang Tarik Investasi dan Genjot Ekspor
PWI Jabar Minta Pemkab Indramayu Kaji Ulang Pengosongan Gedung Graha Pers