JAKARTA, METROSELEBES.COM – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan pentingnya penguatan pelaksanaan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) secara lebih sistematis dan terkoordinasi antar kementerian dan lembaga.
Hal ini disampaikan dalam pertemuan lintas sektor yang digelar di Ruang Heritage Kemenko PMK, Kamis (26/6/2025).
Paradigma penanggulangan bencana kini tengah diarahkan untuk bergeser dari pendekatan reaktif menuju langkah aksi merespon yang bersifat antisipatif.
Baca Juga: Pemerintah Genjot Skema Pembiayaan Rumah Lewat KUR, Ini Strateginya!
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial, Lilik Kurniawan, menyampaikan bahwa pendekatan antisipatif ini menjadi landasan krusial dalam membangun sistem kesiapsiagaan nasional yang tangguh, khususnya menghadapi bencana hidrometeorologi dan geologis yang cenderung meningkat.
“Paradigma penanganan bencana harus bergeser. Bukan lagi sekadar merespons saat kejadian terjadi, melainkan membangun sistem peringatan dini yang mampu direspons secara cepat dan terkoordinasi lintas sektor,” ujar Lilik.
Penerapan Aksi Merespon Peringatan Dini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas kelembagaan, namun mampu menciptakan sinergi nyata antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Mandiri Group Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, FLPP Siap Tampung 25 Ribu Pegawai
Hal ini juga sejalan dengan laporan BNPB tahun 2024 yang mencatat sebanyak 3.876 kejadian bencana di Indonesia, mayoritas disebabkan oleh cuaca ekstrem dan banjir.
Kemenko PMK menyatakan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan koordinasi antar sektor dalam rangka memperkuat ketahanan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Pendekatan ini juga diharapkan sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Baca Juga: The Fed Hawkish? Tiga Investasi Populer Ini Bisa Jadi Perdagangan Paling Menyakitkan di Pasar
Langkah AMPD ini pun mendapat perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan LSM, karena dinilai sebagai kunci dalam memperkecil dampak bencana serta mempercepat pemulihan pasca bencana.
Artikel Terkait
Petani Tak Lagi Dijajah Tengkulak, Kopdes Merah Putih Buka Jalan Harga Adil
Desa Bangkit dari Sunyi: Koperasi Menjadi Mesin Penggerak Baru
MK Pisahkan Pemilu Nasional-Daerah: Strategi Baru Demi Demokrasi Berkualitas
Ekosistem Mandiri, Solusi Baru Pemerintah Atasi Ketergantungan Bantuan
MK Akhiri “Pemilu 5 Kotak”: Nasional dan Lokal Resmi Terpisah Mulai 2029
Kilmar Abrego Akan Diadili dan Dideportasi Lagi, Tapi Bukan ke El Salvador
Era Baru Ketegangan Global: Dari Asia Selatan hingga Timur Tengah, Dunia di Ambang Eskalasi Militer
The Fed Hawkish? Tiga Investasi Populer Ini Bisa Jadi Perdagangan Paling Menyakitkan di Pasar
Mandiri Group Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, FLPP Siap Tampung 25 Ribu Pegawai
Pemerintah Genjot Skema Pembiayaan Rumah Lewat KUR, Ini Strateginya!