TBC Masih Mengancam: 75 Persen Kematian, 1 Juta Lebih Kasus Diperkirakan Terjadi di 2023

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Jumat, 13 Juni 2025 | 15:44 WIB
Situasi TBC (Tuberkulosis) di Indonesia sepanjang tahun 2023 masih menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi. (Instagram kemenko_pmk)
Situasi TBC (Tuberkulosis) di Indonesia sepanjang tahun 2023 masih menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi. (Instagram kemenko_pmk)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM -Situasi TBC (Tuberkulosis) di Indonesia sepanjang tahun 2023 masih menunjukkan tingkat kewaspadaan tinggi.

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan RI, diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus TBC di seluruh Indonesia.

Dari angka tersebut, 821.200 kasus telah ditemukan, sementara cakupan penemuan aktif mencapai 125.000 kasus.

Ancaman kematian akibat TBC juga belum surut, tercatat sebesar 75 persen dari penderita TBC meninggal dunia, meski tingkat keberhasilan pengobatan cukup tinggi, yakni 87 persen.

Baca Juga: Indonesia Darurat TBC: Deteksi Meningkat, Tapi Ancaman Nyata Masih Mengintai

Rasio ini menunjukkan bahwa meskipun pengobatan sudah tersedia, keterlambatan dalam penanganan atau deteksi dini masih menjadi tantangan besar.

Sebaran kasus TBC berdasarkan jenis kelamin dan usia menunjukkan dominasi pada laki-laki (54%), diikuti oleh perempuan (29%), dan anak-anak (17%).

Distribusi ini memperlihatkan bahwa kelompok produktif usia kerja masih menjadi yang paling rentan terhadap infeksi.

Merujuk pada data WHO, Indonesia merupakan negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.

Baca Juga: TBC Menyerang Diam-Diam: Indonesia Urutan Kedua Dunia, Mampukah Tercapai Eliminasi 2030?

Di tahun 2023, WHO memperkirakan lebih dari 10 juta orang di dunia terkena TBC, dan 1,3 juta meninggal dunia akibat penyakit ini.

Pemerintah Indonesia menargetkan eliminasi TBC pada 2030, namun tantangan besar masih perlu dihadapi, seperti keterbatasan pelacakan kontak erat, resistansi obat, dan kurangnya kesadaran masyarakat.

Upaya nasional melalui program PPM (Penanggulangan Penyakit Menular), digitalisasi pelaporan TBC, dan integrasi layanan primer ke spesialistik masih terus ditingkatkan.

Baca Juga: Quick Win Kesehatan: 7,4 Juta Warga Terlayani, 32 RSUD Siap Naik Kelas, dan Desa Siaga TBC Dimulai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X