Menteri ESDM Tegaskan Proyek Energi di Papua Barat Wajib Libatkan Pengusaha Lokal

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Jumat, 13 Juni 2025 | 10:16 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meninjau Lapangan Gas Genting Oil Kasuri di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (11/6/2025). ( Foto : Dok.Humas Kementerian ESDM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat meninjau Lapangan Gas Genting Oil Kasuri di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Rabu (11/6/2025). ( Foto : Dok.Humas Kementerian ESDM)

TELUK BINTUNI, METROSELEBES.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek-proyek energi berskala nasional di Papua Barat harus memberikan ruang yang adil bagi pengusaha lokal.

Hal ini disampaikan saat meninjau langsung proyek Lapangan Gas Genting Oil Kasuri di Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu, 11 Juni 2025.

Dalam kunjungannya, Bahlil menekankan pentingnya pelibatan pelaku usaha dan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis nasional (PSN) Asap Kido Merah (AKM) yang dikelola Genting Oil Kasuri Pte Ltd (GOKPL).

Baca Juga: Izin Tambang PT Gag Nikel di Raja Ampat Tak Dicabut, Bahlil Klaim Aman dan Sesuai Amdal

“Kalau bisa pengusahanya jangan hanya satu bendera. Berbagi dengan yang lain, agar tidak ada kecemburuan. Libatkan pengusaha lokal, beri mereka kesempatan untuk bertumbuh. Ini tanah mereka juga,” tegas Bahlil seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Kamis, 12 Juni 2025.

Ia juga mengingatkan agar perusahaan pelaksana tidak hanya menggandeng mitra kerja dari Jakarta.

Menurutnya, keterlibatan kontraktor daerah akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar proyek.

Baca Juga: Kunjungi Pulau Gag, Menteri Bahlil Disambut Warga yang Minta Tambang Nikel Tetap Beroperasi

Proyek AKM ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 dengan kapasitas produksi 300 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Saat ini, pengembangan lapangan gas menunjukkan progres signifikan.

Empat dari lima sumur telah selesai 100 persen, sementara satu sumur lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Tak hanya itu, Genting Group melalui PT Layar Nusantara Gas tengah membangun fasilitas Floating LNG (FLNG) berkapasitas 1,2 juta ton per tahun di Shanghai, Tiongkok.

FLNG ini akan menjadi yang pertama di Indonesia dan kesembilan di dunia, dengan progres konstruksi telah mencapai 55,3 persen.

Baca Juga: Bahlil Akui Tak Pernah Dilibatkan Dalam Rencana Diskon Listrik, Sindir Sri Mulyani Soal Pembatalan Stimulus

Proyek AKM sendiri telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional sejak November 2023, dengan nilai investasi mencapai USD3,37 miliar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X