JAKARTA, METROSELEBES.COM – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan kembali visi besar Indonesia menuju swasembada gula dalam pidatonya saat panen dan tanam perdana tebu di Lumajang, Jawa Timur.
Fokus enam strategi utama—penyuluhan, manajemen kebun, penyediaan sarana produksi, revitalisasi irigasi, pengelolaan tanah, dan harga menguntungkan—ditujukan untuk memastikan target produksi tercapai dalam waktu 2–5 tahun.
“Kita fokus tebu, semoga 2 hingga 3 tahun, paling lambat 4 atau 5 tahun, Indonesia bisa mulai meraih swasembada gula,” ujarnya.
Dalam forum sama, Mentan Amran juga mengemukakan roadmap nasional sesuai Perpres No. 40/2023: swasembada gula konsumsi diharapkan tercapai pada 2028, dan penyediaan gula industri serta bioetanol siap pada 2030.
Baca Juga: Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perdagangan AS-China, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Pemerintah juga sudah menandatangani MoU strategis dengan BRIN dan Peragi untuk akselerasi teknologi tebu, perbaikan budidaya, dan membangun 30 pabrik gula baru—namun hingga kini baru 12 yang dalam proses.
Menariknya, langkah ini sekaligus merespons tren impor Indonesia. Data BPS per September 2024 mencatat impor gula mencapai 3,66 juta ton senilai USD 2,14 miliar, turun 1,36% ketimbang tahun sebelumnya.
Namun, menurut Reuters, per Februari 2025 pemerintah kembali mengimpor raw sugar sebanyak 200.000 ton untuk menjaga stok dan menurunkan harga domestik jelang Lebaran—dengan produksi lokal diperkirakan mencapai 2,6 juta ton melawan permintaan 2,84 juta ton.
Baca Juga: Indeks Saham India Diprediksi Menguat, Didukung Optimisme Perdagangan Global
Dari sisi produksi, penghitung Kementan mencatat pada musim giling tahun 2024, areal tebu mencapai sekitar 520.800 ha menghasilkan 2,456 juta ton gula kristal putih (rendemen 7,42%).
Tantangan besar tetap membentang—kebutuhan nasional mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun (3,4 juta ton untuk konsumsi rumah tangga dan 5,7 juta ton bagi industri).
Oleh karenanya, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi lahan tebu diwacanakan perluasan hingga 700.000 ha.
Baca Juga: AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Awal: Perang Dagang Mereda, Ekspor Mineral Kritis Dilonggarkan
Pakar pertanian menyambut positif inisiatif ini.
Menurut perkumpulan GAPGINDO, modernisasi pabrik gula, peningkatan produktivitas hingga rendemen 8–9%, serta tata kelola budidaya yang lebih baik merupakan elemen kritis untuk mengurangi ketergantungan impor.
Artikel Terkait
Padi Nusantara: Potret Kejayaan 5 Provinsi dalam Menopang Ketahanan Pangan Indonesia
Hujan Gol Samurai Biru: Jepang Hancurkan Indonesia 6-0 dalam Duel Tanpa Ampun di Grup C
IZIN TAMBANG DI TIPO DICABUT SELAMANYA, GUBERNUR: "INI KEPUTUSAN HATI NURANI"
Tragedi Berdarah di Sekolah Graz: Mantan Siswa Tewaskan 10 Orang dan Bunuh Diri
Benteng Raksasa Pantura: Mega Proyek Giant Sea Wall Penyelamat Pesisir Jawa
Dua Malam Berturut-turut Rusuh di Ballymena: Polisi Diserang, Rumah Dibakar, Pemerintah Kutuk Kekerasan
AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Awal: Perang Dagang Mereda, Ekspor Mineral Kritis Dilonggarkan
Indeks Saham India Diprediksi Menguat, Didukung Optimisme Perdagangan Global
Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian Perdagangan AS-China, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Taktik Baru ICE Dikecam: Target Penangkapan Harian Tiga Kali Lipat, Warga Tak Berdokumen Jadi Sasaran Acak