JAKARTA, METROSELEBES.COM – Tingginya angka putus sekolah di Indonesia kembali menjadi sorotan utama setelah data Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai lembaga riset menunjukkan peningkatan signifikan kasus anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan, terutama karena faktor ekonomi.
Program Sekolah Rakyat, yang kini digalakkan pemerintah, diharapkan menjadi solusi konkret untuk memutus rantai kemiskinan yang telah mengakar selama beberapa generasi.
Menurut laporan terbaru BPS tahun 2024, angka putus sekolah di tahun ajaran 2023/2024 mengalami peningkatan di seluruh jenjang pendidikan.
Baca Juga: Debut Apik Beckham Putra Curi Perhatian, Coach Justin: Lawan Jepang, Yang Penting Pemain Happy
Salah satu data paling mencolok datang dari siswa tingkat menengah pertama (SMP), di mana sebanyak 730.703 siswa dinyatakan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM), berdasarkan data Kemendikbud per Januari 2025.
Sementara itu, dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, disebutkan bahwa meskipun 86,34% anak Indonesia duduk di bangku SMA/sederajat, 33,21% di antaranya berhenti sekolah di tengah jalan.
Lebih jauh, 76% keluarga di Indonesia mengaku anak mereka putus sekolah karena alasan ekonomi, memperjelas bahwa kemiskinan menjadi akar utama persoalan ini.
Hal ini diperkuat oleh survei IFLS (Indonesian Family Life Survey) 1993–2014 yang menyatakan bahwa 64,46% anak dari orang tua miskin akan tetap berada dalam kategori miskin di masa depan, menunjukkan bahwa pendidikan menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Melihat situasi ini, pemerintah meluncurkan Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (Desil 1 dan 2).
Program ini menjanjikan pembebasan biaya pendidikan secara total, mulai dari biaya sekolah, seragam, makan, hingga akomodasi dan asrama.
Baca Juga: Menang Lawan Jepang, Timnas Indonesia Bisa Salip 7 Negara dan Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
Dengan cakupan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA, Sekolah Rakyat ingin memastikan tidak ada lagi alasan bagi anak-anak Indonesia untuk tidak bersekolah.
Artikel Terkait
Unggah Penampilan Baru, Ivan Gunawan Ungkap Syukur Selesaikan Ibadah Haji
Sambutan Merah Putih di Negeri Sakura, Kedatangan Timnas Indonesia Disambut Meriah Suporter
Ramai Soal Gugatan Royalti, Charly Van Houten Tegaskan Lagu Ciptaannya Bebas Dinyanyikan
Alarm Kebakaran Hotel di Arab Saudi Memicu Kepanikan Massal, Ternyata Empat Jemaah Haji Asal Indonesia Ketahuan Merokok di Kamar
Dari Lapangan ke Isu Kemanusiaan, Roberto Mancini Serukan Perdamaian untuk Gaza
Keisuke Honda Ingatkan Jepang Tak Main-Main Lawan Indonesia: Saatnya Tampilkan Skuad Terbaik
Menang Lawan Jepang, Timnas Indonesia Bisa Salip 7 Negara dan Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
Karanganyar Menjadi Rumah Baru Atlet Difabel: Pusat Latihan Paralimpik Bernilai Rp421,9 Miliar Siap Pakai
Debut Apik Beckham Putra Curi Perhatian, Coach Justin: Lawan Jepang, Yang Penting Pemain Happy
Chaos di Los Angeles, Kebijakan Donald Trump Soal Migran Picu Kerusuhan Besar