Putus Sekolah, Rantai Kemiskinan Terus Mengikat: Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Selasa, 10 Juni 2025 | 11:10 WIB
Program Sekolah Rakyat, yang kini digalakkan pemerintah, diharapkan menjadi solusi konkret untuk memutus rantai kemiskinan yang telah mengakar selama beberapa generasi. (Insagram bakohumasofficial)
Program Sekolah Rakyat, yang kini digalakkan pemerintah, diharapkan menjadi solusi konkret untuk memutus rantai kemiskinan yang telah mengakar selama beberapa generasi. (Insagram bakohumasofficial)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Tingginya angka putus sekolah di Indonesia kembali menjadi sorotan utama setelah data Badan Pusat Statistik (BPS) dan berbagai lembaga riset menunjukkan peningkatan signifikan kasus anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan, terutama karena faktor ekonomi.

Program Sekolah Rakyat, yang kini digalakkan pemerintah, diharapkan menjadi solusi konkret untuk memutus rantai kemiskinan yang telah mengakar selama beberapa generasi.

Menurut laporan terbaru BPS tahun 2024, angka putus sekolah di tahun ajaran 2023/2024 mengalami peningkatan di seluruh jenjang pendidikan.

Baca Juga: Debut Apik Beckham Putra Curi Perhatian, Coach Justin: Lawan Jepang, Yang Penting Pemain Happy

Salah satu data paling mencolok datang dari siswa tingkat menengah pertama (SMP), di mana sebanyak 730.703 siswa dinyatakan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM), berdasarkan data Kemendikbud per Januari 2025.

Sementara itu, dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, disebutkan bahwa meskipun 86,34% anak Indonesia duduk di bangku SMA/sederajat, 33,21% di antaranya berhenti sekolah di tengah jalan.

Lebih jauh, 76% keluarga di Indonesia mengaku anak mereka putus sekolah karena alasan ekonomi, memperjelas bahwa kemiskinan menjadi akar utama persoalan ini.

Baca Juga: Karanganyar Menjadi Rumah Baru Atlet Difabel: Pusat Latihan Paralimpik Bernilai Rp421,9 Miliar Siap Pakai

Hal ini diperkuat oleh survei IFLS (Indonesian Family Life Survey) 1993–2014 yang menyatakan bahwa 64,46% anak dari orang tua miskin akan tetap berada dalam kategori miskin di masa depan, menunjukkan bahwa pendidikan menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Melihat situasi ini, pemerintah meluncurkan Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (Desil 1 dan 2).

Program ini menjanjikan pembebasan biaya pendidikan secara total, mulai dari biaya sekolah, seragam, makan, hingga akomodasi dan asrama.

Baca Juga: Menang Lawan Jepang, Timnas Indonesia Bisa Salip 7 Negara dan Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA

Dengan cakupan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA, Sekolah Rakyat ingin memastikan tidak ada lagi alasan bagi anak-anak Indonesia untuk tidak bersekolah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X