Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Dr. Laila Nurhasanah, menyatakan, “Jika program seperti Sekolah Rakyat ini bisa dijalankan dengan konsisten dan merata, kita bisa menurunkan angka putus sekolah drastis dalam lima tahun ke depan.”
Laila juga menekankan bahwa akses pendidikan gratis harus dibarengi dengan dukungan psikososial dan pelatihan vokasional yang relevan.
Dalam konteks global, UNESCO juga mencatat bahwa negara-negara dengan program pendidikan gratis dan inklusif mengalami penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem.
Baca Juga: Keisuke Honda Ingatkan Jepang Tak Main-Main Lawan Indonesia: Saatnya Tampilkan Skuad Terbaik
Ini memperkuat posisi Sekolah Rakyat sebagai intervensi strategis dalam membangun generasi masa depan yang lebih sejahtera.
Dengan semua fasilitas yang ditanggung oleh negara, dari pendidikan hingga akomodasi, Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi konkret untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Masa depan cerah, kini bisa dimulai dari ruang kelas sederhana yang membuka pintu harapan bagi jutaan anak Indonesia.***
Artikel Terkait
Unggah Penampilan Baru, Ivan Gunawan Ungkap Syukur Selesaikan Ibadah Haji
Sambutan Merah Putih di Negeri Sakura, Kedatangan Timnas Indonesia Disambut Meriah Suporter
Ramai Soal Gugatan Royalti, Charly Van Houten Tegaskan Lagu Ciptaannya Bebas Dinyanyikan
Alarm Kebakaran Hotel di Arab Saudi Memicu Kepanikan Massal, Ternyata Empat Jemaah Haji Asal Indonesia Ketahuan Merokok di Kamar
Dari Lapangan ke Isu Kemanusiaan, Roberto Mancini Serukan Perdamaian untuk Gaza
Keisuke Honda Ingatkan Jepang Tak Main-Main Lawan Indonesia: Saatnya Tampilkan Skuad Terbaik
Menang Lawan Jepang, Timnas Indonesia Bisa Salip 7 Negara dan Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
Karanganyar Menjadi Rumah Baru Atlet Difabel: Pusat Latihan Paralimpik Bernilai Rp421,9 Miliar Siap Pakai
Debut Apik Beckham Putra Curi Perhatian, Coach Justin: Lawan Jepang, Yang Penting Pemain Happy
Chaos di Los Angeles, Kebijakan Donald Trump Soal Migran Picu Kerusuhan Besar