JAKARTA, METROSELEBES.COM – Sektor pertanian mencetak sejarah baru dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,52% pada triwulan I tahun 2025 (year-on-year), menjadikannya pertumbuhan Pertanian tertinggi dalam 15 tahun terakhir.
Lonjakan signifikan ini sebagian besar disumbangkan oleh subsektor perkebunan, yang menyumbang kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian sebesar 42,14%.
Kementerian Pertanian menyatakan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata dari efektivitas kebijakan yang berpihak pada petani dan penguatan produksi pangan nasional.
Baca Juga: Dua Arah Bintang Lapangan: Takefusa Kubo dan Ole Romeny, Wajah Baru Sepak Bola Asia dan Indonesia
Peningkatan besar terjadi pada produksi padi dan jagung, yang menjadi penyumbang utama dari subsektor tanaman pangan (berkontribusi 25,56%).
Selain itu, subsektor peternakan juga memberikan kontribusi signifikan sebesar 17,18%, memperkuat sinyal positif terhadap pertumbuhan sektor pertanian secara menyeluruh.
Menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, distribusi kontribusi terhadap PDB pertanian pada triwulan I adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Visa Aktif Tapi Dideportasi: Ironi Calon Haji Indonesia di Tanah Suci
- Perkebunan: 42,14%
- Tanaman Pangan: 25,56%
- Peternakan: 17,18%
- Hortikultura: 12,47%
- Jasa Pertanian dan Perburuan: 2,04%
Lebih dari sekadar angka, pencapaian ini mempertegas peran sektor pertanian sebagai pilar ketahanan ekonomi nasional.
Dengan kontribusi lebih dari 12% terhadap PDB Indonesia, pertanian tidak hanya menyediakan pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat daya saing bangsa.
Baca Juga: Langkah Hijau Menhan: Misi Biodiesel Sawit untuk Ketahanan Energi Dimulai dari Papua Selatan
Berdasarkan laporan Bank Dunia dalam laporan "Agriculture as a Critical Driver for Indonesia’s Inclusive Economic Growth" (2024), sektor pertanian Indonesia masih memiliki potensi besar untuk tumbuh, terutama dengan transformasi digital, peningkatan infrastruktur irigasi, dan modernisasi alat mesin pertanian (alsintan).
Hal ini selaras dengan data Food and Agriculture Organization (FAO) yang menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam lima besar negara dengan kontribusi pertanian tertinggi terhadap PDB nasional di kawasan Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Sekolah Lontara: Menjaga Akar, Merangkai Masa Depan Budaya Bugis-Makassar
Upaya Pembunuhan Menggemparkan Kolombia: Senator Miguel Uribe Kritis Usai Ditembak dalam Acara Kampanye
Bendungan Mbay, Solusi Strategis Reduksi Banjir dan Ketahanan Pangan NTT
Rompi Api Sinergi: Sri Mulyani & Sjafrie Jaga Garis Depan Keuangan dan Pertahanan di Nduga
Dapur MBG Padang Pariaman Siap Penuhi 3.500 Porsi per Hari, Andalan Baru Ketahanan Gizi Nasional
Ribuan Daging Kurban Disalurkan ATR/BPN: Keteladanan Kurban dari Birokrasi untuk Negeri
Palestina sebagai Warisan Tauhid: Tamsil Linrung Tegaskan Determinasi Iman dan Jejak Nabi Ibrahim
Langkah Hijau Menhan: Misi Biodiesel Sawit untuk Ketahanan Energi Dimulai dari Papua Selatan
Visa Aktif Tapi Dideportasi: Ironi Calon Haji Indonesia di Tanah Suci
Dua Arah Bintang Lapangan: Takefusa Kubo dan Ole Romeny, Wajah Baru Sepak Bola Asia dan Indonesia