JAKARTA – METROSELEBES.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sikap baru yang signifikan dalam diplomasi internasional.
Dalam pernyataan bersama (joint statement) dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu, 28 Mei 2025, di Istana Merdeka, Jakarta, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia Siap Akui Israel Jika isralai mengakui palestina sebagai negara berdaulat, dengan satu syarat mutlak: Israel terlebih dahulu harus mengakui kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka.
“Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” ungkap Prabowo dalam konferensi pers yang dihadiri media nasional dan internasional.
Baca Juga: Pemkot Palu Kirim 69 Relawan Bantu Korban Banjir di Wombo Kalonggo Donggala
Langkah berani Prabowo ini mencerminkan posisi strategis Indonesia yang menekankan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam penyelesaian konflik Timur Tengah.
Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara pendukung utama perjuangan kemerdekaan Palestina dan belum pernah menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Pernyataan ini mendapat berbagai respons dari komunitas internasional dan domestik.
Beberapa analis menilai pernyataan tersebut sebagai pendekatan realis yang menunjukkan fleksibilitas diplomatik, namun tetap memegang teguh prinsip dasar luar negeri Indonesia, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Sekab Teddy Sebut Presiden Prabowo Dukung Papua Nugini Bergabung Dengan ASEAN
Dalam laporan dari Al Jazeera (2024), Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang secara konsisten mendukung resolusi PBB untuk pembentukan negara Palestina.
Sementara itu, berdasarkan laporan The Times of Israel, dari 164 negara yang telah mengakui negara Palestina, sebagian besar berasal dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin — namun belum termasuk Israel sendiri.
Keputusan Prabowo ini bisa menjadi pemicu diplomasi baru, di mana Indonesia berupaya menjadi jembatan perdamaian melalui pendekatan simetris terhadap kedua negara yang telah lama berseteru.
Baca Juga: Presiden Prabowo Serukan Revolusi Regulasi Energi: “Pejabat Lamban Akan Diganti
Artikel Terkait
Jepang Pertimbangkan Pengurangan Penerbitan Obligasi Super-Jangka Panjang untuk Redam Gejolak Pasar
Perjanjian Dagang AS-India: Peluang atau Tantangan?
Hilal Awal Zulhijah Terlihat di Aceh, Idul Adha 2025 Jatuh pada 6 Juni
Puan Maharani Desak Budi Arie Klarifikasi Tudingan Libatkan PDIP Dalam Kasus Judol
Hakim Terkemuka Iran Dibunuh Saat Berangkat Kerja, Otoritas Kecam Kurangnya Pengawalan
PDIP Resmi Polisikan Budi Arie, Tudingan Pencemaran Nama Baik Jadi Pemicu
Terungkap, 11 Unit Apartemen Mewah Diduga Dibeli Eks Dirut Taspen dari Uang Korupsi Rp1 Triliun
Kluivert Tegaskan Misi Kalahkan China, Tak Ingin Langkah Timnas Terhenti di Round 3
Jelang Puncak Haji, Kemenag Upayakan Jemaah Pasangan yang Terpisah Bisa Berkumpul di Armuzna
Pemkot Palu Kirim 69 Relawan Bantu Korban Banjir di Wombo Kalonggo Donggala