JAKARTA, METROSELEBES.COM - Presiden RI ke-7 Joko Widodo angkat suara terkait viralnya meme hasil kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan dirinya tengah berciuman dengan Presiden Prabowo Subianto.
Meme berciuman Prabowo - Jokowi tersebut diduga dibuat oleh mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisial SSS dan telah mengundang polemik luas di masyarakat.
Baca Juga: Naik Kelas Karena Bansos? Ini Strategi Mengejutkan Pemerintah
Jokowi menilai bahwa ekspresi demokrasi semacam itu telah melewati batas kewajaran.
“Ya itu bentuk berdemokrasi di era digital, tapi menurut saya itu sudah kebablasan, sudah kebangetan (keterlaluan),” ujar Jokowi kepada awak media di Solo, Rabu, 14 Mei 2025.
Jokowi menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tetap harus berada dalam koridor yang bertanggung jawab.
Dia mengingatkan bahwa demokrasi bukan berarti segala hal dapat dilakukan tanpa batas.
Baca Juga: Gerbang Sertifikasi Terbuka Tiga Hari: Siap-Siap PPG Daljab Mapel Umum 2025!
“Tapi itu untuk peringatan, jadi peringatan untuk kita semua kalau demokrasi jangan diartikan apa-apa boleh. Ada batasnya,” imbuhnya.
Kasus ini semakin menarik perhatian setelah SSS ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.
Masiswa ITB ini dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) dan/atau Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua UU ITE.
Baca Juga: Strategi Tripartit DPD RI Bongkar Potensi Sengketa Wilayah Lewat RUU Sulawesi-Gorontalo
Meski berstatus tersangka, SSS mendapat penangguhan penahanan karena masih aktif mengikuti perkuliahan.
Pihak ITB menyatakan akan melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan, baik dari aspek akademik maupun karakter.
Artikel Terkait
Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Selesaikan Konflik Agraria Di Sulawesi Tengah
Bambang Hariyanto Lepas Jabatan Kajati Sulteng, Lanjutkan Tugas di Kejaksaan Agung
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Jamuan Delegasi Kedutaan Besar Swiss Bahas Kerja Sama Penanggulangan Bencana
Dijuluki Sahabat Strategis, Prabowo Terima Penghargaan Langka dari Sultan Brunei
Mega Corpora Minta Dua Kursi Direktur di Bank Sulteng, Guru Besar Untad Soroti Skema Kelompok Usaha Bank
Megawati Sentil Isu Ijazah Jokowi: Kalau Asli, Tunjukkan Saja ke Publik
Strategi Tripartit DPD RI Bongkar Potensi Sengketa Wilayah Lewat RUU Sulawesi-Gorontalo
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Kejar Potensi PAD Hingga Rp4 Triliun Jelang 2030
Gerbang Sertifikasi Terbuka Tiga Hari: Siap-Siap PPG Daljab Mapel Umum 2025!
Naik Kelas Karena Bansos? Ini Strategi Mengejutkan Pemerintah