JAKARTA, METROSELEBES.COM - Istilah “Naik Kelas Karena Bansos” mungkin terdengar mengejutkan, namun inilah strategi terbaru Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) untuk mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri.
Dalam unggahan resmi @kemensosri, Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan sosial (bansos) bersifat sementara dan merupakan langkah penyelamatan awal.
Namun, lebih dari itu, tujuan utama bansos adalah mendorong kemandirian dan memberdayakan masyarakat.
Baca Juga: Strategi Tripartit DPD RI Bongkar Potensi Sengketa Wilayah Lewat RUU Sulawesi-Gorontalo
“Bansos Sementara, Berdaya Selamanya,” kata Gus Ipul dalam satu kesempatan, menekankan bahwa para penerima bansos harus naik kelas, artinya bertransformasi menjadi warga negara yang produktif dan tidak bergantung terus-menerus pada bantuan.
Kementerian Sosial mengimplementasikan komitmen ini melalui berbagai program pemberdayaan.
Di antaranya adalah pelatihan keterampilan dan dukungan permodalan, agar bantuan yang diberikan hari ini menjadi pijakan untuk masa depan yang lebih mandiri.
Langkah ini dianggap penting agar masyarakat tak hanya menjadi penerima bantuan, tapi juga menjadi agen perubahan dalam lingkungannya.
Baca Juga: Dijuluki Sahabat Strategis, Prabowo Terima Penghargaan Langka dari Sultan Brunei
Langkah ini juga diperkuat oleh data dan praktik baik yang telah dilakukan oleh Kementerian Sosial sebelumnya, seperti dalam program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) dan pelatihan kewirausahaan sosial di berbagai daerah.
Program-program ini membuktikan bahwa dengan pelatihan yang tepat, penerima bansos bisa menjadi pelaku usaha mikro yang sukses.
Dengan konsep “naik kelas karena bansos”, pemerintah ingin menghapus stigma negatif terhadap bantuan sosial. Kini, bansos bukan lagi sekadar “bantuan”, tapi sebuah investasi sosial untuk masa depan Indonesia yang lebih kuat dan berdaya.***
Artikel Terkait
Serbuan Smartphone ke AS: Apple dan Samsung Hindari Tarif dengan Kiriman dari India
Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Selesaikan Konflik Agraria Di Sulawesi Tengah
Bambang Hariyanto Lepas Jabatan Kajati Sulteng, Lanjutkan Tugas di Kejaksaan Agung
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid Jamuan Delegasi Kedutaan Besar Swiss Bahas Kerja Sama Penanggulangan Bencana
Dijuluki Sahabat Strategis, Prabowo Terima Penghargaan Langka dari Sultan Brunei
Mega Corpora Minta Dua Kursi Direktur di Bank Sulteng, Guru Besar Untad Soroti Skema Kelompok Usaha Bank
Megawati Sentil Isu Ijazah Jokowi: Kalau Asli, Tunjukkan Saja ke Publik
Strategi Tripartit DPD RI Bongkar Potensi Sengketa Wilayah Lewat RUU Sulawesi-Gorontalo
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Kejar Potensi PAD Hingga Rp4 Triliun Jelang 2030
Gerbang Sertifikasi Terbuka Tiga Hari: Siap-Siap PPG Daljab Mapel Umum 2025!