Hasan Nasbi: Perang Antarnegara Ganggu Ekonomi Global, Indonesia Juga Terdampak

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Minggu, 11 Mei 2025 | 10:52 WIB
Kepala President Communication Office (PCO), Hasan Nasbi. (Foto : Instagram Hasan Nasbi)
Kepala President Communication Office (PCO), Hasan Nasbi. (Foto : Instagram Hasan Nasbi)

JAKARTA, METROSELEBES.COMKepala President Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa konflik dan perang di berbagai belahan dunia turut memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Hasan Nasbi mencontohkan bagaimana invasi Rusia ke Ukraina hingga konflik Gaza menyebabkan gangguan pada rantai pasok dan distribusi barang.

Baca Juga: Delapan Jemaah Haji WNI Wafat, Kemenag Pastikan Hak Ibadah Tetap Ditunaikan

Dalam sebuah acara di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Mei 2025, Hasan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sudah sejak lama mengingatkan tentang potensi bahaya perang dan pentingnya kewaspadaan nasional.

“Pak Prabowo bilang, ‘Kita sebagai sebuah bangsa selalu harus siap dan waspada karena perang bisa terjadi kapan saja,’” ujar Hasan, mengutip pernyataan Prabowo saat kampanye Pemilu 2019.

Baca Juga: Hasan Nasbi: Prediksi Prabowo Soal Perang Dunia Terbukti, Kini Ancaman Kian Dekat ke Indonesia

Hasan mengaku sempat meragukan kemungkinan terjadinya perang skala besar, namun serangkaian konflik seperti perang Rusia-Ukraina, agresi Israel di Gaza, hingga ketegangan India-Pakistan membuktikan bahwa ancaman itu nyata dan berdampak luas.

Ia menyebut bahwa imbas dari perang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia, terutama dalam hal logistik dan kebutuhan pokok.

“Ketika Rusia perang dengan Ukraina saja, kehidupan kita sudah mulai terganggu. Sparepart mobil jadi lama datang karena jalur distribusinya bermasalah,” jelas Hasan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pasar, Apa yang Disiapkan Pemerintah di Balik Rehabilitasi Terban Yogyakarta?

Ia juga menyinggung upaya Presiden Jokowi saat itu, yang harus turun langsung melakukan lobi internasional demi menjamin pasokan gandum ke Indonesia.

“Pak Jokowi waktu itu ke sana untuk negosiasi agar pengapalan gandum bisa tetap berjalan. Karena kita tidak bisa produksi sendiri, jadi sangat bergantung pada negara lain,” tambahnya.

Hasan menegaskan, dalam kondisi geopolitik yang tidak stabil, efek perang tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat langsung, tetapi juga oleh seluruh dunia, termasuk Indonesia. ***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X