Dalam jurnal penelitian arkeologi yang ditulis dan diunggah di situs riset arkeologi Asia, Elsevier.
Judul jurnal peneliti arkeologi itu cukup panjang, yakni " Pulau Ampat site: A submered 8th century iron production village in Matano Lake, South Sulawesi, Indonesia" .
Baca Juga: Misteri Dasar Danau di Sulawesi Terkuak, Lokasi Asli Peradaban Besi di Asia Tenggara
Para arkeolog telah menemukan ribuan benda-benda arkeologi seperti tembikar, serpih, tulang, arang, logam dan berbagai benda lainnya.
Benda-benda tersebut tersebar di kedalaman 3 hingga 15 meter di Danau Matano.
Menurut Pusat Penelitian Arkeolog Nasional, pada zaman dahulu terdapat peradaban zaman besi di Danau Matano.
Namun dikarenakan gempa melanda, perkampungan ini diduga hilang.
Terungkap pula bahwa danau ini dulunya terkenal sebagai penghasil bijih besi. Jejak desa pandai besi juga ditemukan di dataran danau.
Baca Juga: Mamah Muda Jambi Yunita Sari Anggraini Diduga Mengidap Paraflia Eksibisionis, Simak Penjelasan Ahli
Hal ini terbukti ketika tim peneliti menemukan besi cair di dalam tanah, hingga membuat tanah menjadi keras dan tajam.
Para peneliti beranggapan bahwa penambangan bijih besi dan pengolahan besi di sekitar Danau Matano dimulai sejak awal Masehi hingga abad ke-17.
Pada masanya, pandai besi menyalakan api menggunakan batu rijang untuk melebur bijih besi. Penemuan ini terbilang unik karena rijang biasanya ditemukan pada zaman prasejarah.***
Artikel Terkait
Lee Seung Gi Umumkan Akan Menikah dengan Lee Da In
Profil Singkat Lee Da In, Sosok Wanita yang Akan Dinikahi Lee Seung Gi
Polisi Telusuri Keberadaan 7 Motor Hasil Curian Suami Istri di Palopo
9 Perilaku Menyimpang Yunita Sari Anggraini, Pencabul 17 Anak di Jambi
10 Fakta Mamah Muda Jambi Yunita Sari Anggraini Pencabul 17 Bocil, Profesi hingga Akun Medsos