METROSELEBES.COM - Pada era 90-an, Indonesia mengalami krisis. Nah, krisis ekonomi Indonesia berawal dari beberapa faktor.
Dari berbagai sumber, krisis ekonomi Indonesia berawal dari sejumlah faktor yang saling terkait pada akhir tahun 1990-an.
Ini beberapa faktor tersebut antara lain:
Baca Juga: Ini Penjelasan Perbedaan Proteksi dan Kuota Impor
Kelebihan likuiditas
Pada awal 1990-an, Indonesia mengalami kelebihan likuiditas akibat tingginya arus masuk modal asing, khususnya investasi portofolio dan pinjaman luar negeri.
Kelebihan likuiditas ini memicu pertumbuhan kredit yang sangat tinggi di sektor perbankan dan sektor riil.
Kebijakan ekonomi yang kurang tepat
Baca Juga: Ini Rumus HPP Biar Usaha Anda Dapat Keuntungan Optimal
Pemerintah Indonesia pada saat itu menerapkan kebijakan ekonomi yang kurang tepat, seperti pengeluaran yang tinggi untuk proyek infrastruktur, subsidi energi yang besar, dan pemberian kredit yang besar-besaran oleh perbankan.
Selain itu, tingkat suku bunga yang rendah diberlakukan secara terus-menerus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun hal ini berisiko memicu inflasi.
Ketergantungan pada ekspor
Baca Juga: Ini Beberapa Komoditas Impor Indonesia yang Merupakan Bahan Baku Penolong
Indonesia sangat bergantung pada ekspor komoditas tertentu, seperti minyak, gas, dan produk tambang lainnya.