GHF belum memberikan tanggapan resmi atas insiden ini. Dalam unggahan media sosial sebelumnya, GHF menyebut bahwa bantuan telah disalurkan di Gaza tengah dan selatan pada hari Minggu, namun tidak ada distribusi pada hari Sabtu karena adanya ancaman dari pihak Hamas. Tuduhan tersebut dibantah oleh kelompok tersebut.
Baca Juga: Terduga Pelaku Pencurian Diamuk Massa di Kabonena, Polisi Amankan Barang Bukti
GHF, yang berbasis di Amerika Serikat dan menggunakan kontraktor militer swasta untuk mengelola operasinya di Gaza, dituduh tidak netral oleh PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya. Namun GHF membantah tuduhan tersebut.
Sementara itu, militer Israel melaporkan bahwa sebanyak 350 truk bantuan kemanusiaan dari PBB dan lembaga bantuan internasional lainnya telah berhasil dikirimkan melalui perbatasan Kerem Shalom ke Gaza selama pekan ini.
Baca Juga: Idul Adha 1446 Hijriah, Warga Jawa di Sulteng Berkurban 232 Ekor Sapi
Perang antara Israel dan Hamas kembali pecah setelah serangan kelompok militan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 251 orang. Sebagai respons, kampanye militer besar-besaran Israel telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina, mayoritas warga sipil, menurut otoritas kesehatan di Gaza. Serangan juga telah menghancurkan sebagian besar wilayah pesisir di enklave tersebut.