WOODY ISLAND,METROSELEBES.COM-China kembali menunjukkan kekuatan militernya dengan mendaratkan dua pesawat pembom strategis H-6 di Pulau Woody, bagian dari Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan. Citra satelit yang diperoleh oleh Reuters mengungkap bahwa misi tersebut terjadi pada pertengahan Mei, menandai pertama kalinya sejak 2020 pesawat H-6 hadir di wilayah tersebut.
Baca Juga: Operasi Minyak Terhenti Akibat Kebakaran Hutan Tak Terkendali di Alberta
Langkah ini dinilai oleh sejumlah analis sebagai sinyal kuat Beijing terhadap rival-rival strategisnya, termasuk Amerika Serikat dan Filipina. "Pesawat pengebom jarak jauh seperti H-6 sebenarnya tidak perlu ditempatkan di Paracel. Ini lebih kepada unjuk kekuatan dari segala arah oleh Beijing," kata Collin Koh, pakar pertahanan dari S. Rajaratnam School of International Studies, Singapura.
Citra yang dirilis oleh Maxar Technologies pada 19 Mei menunjukkan dua H-6 berada di landasan pacu Pulau Woody, bersama dua pesawat angkut berat Y-20 dan satu pesawat peringatan dini KJ-500. Para analis menduga armada tersebut tiba pada 17 Mei dan tetap berada di pulau itu hingga 23 Mei.
Baca Juga: Harmoni Global: Indonesia-Prancis Kukuhkan Kemitraan Strategis Menuju 100 Tahun Diplomasi
Ketegangan Meningkat Menjelang Forum Pertahanan Regional
Kehadiran bomber H-6 di pulau sengketa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Filipina, serta di saat kawasan bersiap menyambut forum pertahanan terbesar di Asia, Shangri-La Dialogue, yang akan dimulai pekan ini di Singapura.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan membuka forum tersebut pada Jumat, sementara Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth akan menyampaikan pidato kebijakan regional pada Sabtu. Sebelumnya, dua unit H-6 juga tertangkap kamera satelit terbang di atas Terumbu Scarborough menjelang kunjungan Hegseth ke Filipina, di mana ia menegaskan kembali komitmen pertahanan Washington terhadap Manila.
Bomber Lawas, Senjata Mutakhir