Menurut lembar fakta resmi Gedung Putih, Trump mengamankan berbagai kesepakatan yang mencakup investasi sektor energi dan industri. Emirates Global Aluminum akan mengembangkan proyek peleburan aluminium senilai $4 miliar di Oklahoma. Sementara itu, perusahaan raksasa AS seperti ExxonMobil, Occidental Petroleum, dan EOG Resources akan bermitra dengan ADNOC (Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi) dalam proyek eksplorasi minyak dan gas senilai $60 miliar.
Baca Juga: Honda Tunda Proyek EV di Kanada, Laba Anjlok Akibat Tarif Trump
Trump juga berbicara langsung dengan CEO Nvidia, Jensen Huang, terkait kerja sama teknologi AI yang semakin mendalam. Kesepakatan baru ini mencakup izin awal bagi UEA untuk mengimpor hingga 500.000 chip AI Nvidia setiap tahun. Sebagai bagian dari perjanjian, UEA akan berkomitmen untuk membangun pusat data di AS yang setara atau lebih besar dibandingkan fasilitas yang mereka bangun di dalam negeri.
Kunjungan Trump ke kawasan Teluk juga menghasilkan berbagai terobosan diplomatik. Di Qatar, ia mengumumkan bahwa AS hampir mencapai kesepakatan nuklir baru dengan Iran, sementara di Saudi Arabia, kesepakatan bernilai $600 miliar telah diteken untuk investasi di AS, serta penjualan senjata senilai $142 miliar.
Baca Juga: Trump Incar Triliunan Dolar di Teluk, Abaikan Isu Gaza dan Iran
Di sisi lain, Trump juga mengumumkan pencabutan sanksi terhadap Suriah dan mengadakan pertemuan dengan Presiden Interim Ahmed al-Sharaa, sambil mendorong normalisasi hubungan antara Suriah dan Israel.
Lawatan ini menegaskan ambisi Trump untuk menjadikan negara-negara Teluk—terutama UEA—sebagai pusat kekuatan baru dalam kompetisi global di bidang AI, sejajar dengan Amerika Serikat dan Tiongkok.
Baca Juga: Trump Tarik Diri dari Jalur Damai, AS-Ukraina Kunci Aliansi Ekonomi dan Militer
Dengan kepastian berbagai kesepakatan bernilai triliunan dolar, kunjungan Trump ke kawasan ini mencerminkan perpaduan antara diplomasi, ekonomi, dan visi geopolitik yang semakin agresif menjelang masa kampanye elektoral di dalam negeri.