internasional

Trump Amankan Komitmen Investasi Rp9.600 Triliun dari Arab Saudi, Teken Kesepakatan Pertahanan Terbesar Sepanjang Sejarah

Selasa, 13 Mei 2025 | 23:33 WIB
Donald Trump dan MBS berjabat tangan pada pertemuan di Riyadh 13,05/2025. Source FOTO: REUTERS

Baca Juga: Pengungsi Kulit Putih dari Afrika Selatan Disambut di AS, Tuai Kontroversi

Schwarzman CEO Blackstone. Mereka turut menyaksikan pemaparan proyek-proyek raksasa Arab Saudi seperti NEOM, kota futuristik berukuran seluas Belgia yang menjadi ikon dari program reformasi ekonomi Vision 2030.

 

Meski proyek-proyek ambisius itu sempat mengalami penyesuaian akibat tekanan harga minyak dan meningkatnya biaya pembangunan, Arab Saudi tetap menunjukkan komitmen kuat dalam melakukan diversifikasi ekonomi.

Baca Juga: Brasil Gaet Investasi Hijau dari China, Termasuk Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan Senilai USD 1 Miliar

Menariknya, kunjungan Trump tidak memasukkan Israel dalam agenda perjalanannya, yang memicu spekulasi mengenai posisi negara sekutu tersebut dalam prioritas diplomasi Washington. Namun, Trump tetap menekan Israel untuk menerima kesepakatan gencatan senjata dalam konflik Gaza yang telah berlangsung selama 19 bulan.

 

Sementara itu, negosiasi rahasia antara pejabat AS dan Iran juga tengah berlangsung di Oman terkait program nuklir Teheran. Trump menegaskan bahwa ia terbuka terhadap solusi diplomatik, namun tidak segan mempertimbangkan opsi militer bila perlu.

Baca Juga: TRUMP ANCAM FILM LUAR NEGERI: TARIF 100% SIAP DITERAPKAN, HOLLYWOOD DIPAKSA “PULANG KAMPUNG”

Utusan Timur Tengah Trump, Steve Witkoff, menyatakan bahwa pemerintahan Trump berharap dapat segera memperluas kesepakatan normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dan Israel, seperti yang pernah dicapai oleh Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko dalam masa jabatan pertama Trump.

Baca Juga: Serangan Trump terhadap Industri Film Merupakan Tanda Penghinaan terhadap Orang Asing

Namun, sumber diplomatik menyebut peluang Saudi untuk bergabung dalam perjanjian serupa masih kecil, terutama karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak penghentian permanen perang di Gaza dan penolakan terhadap pembentukan negara Palestina.

Halaman:

Tags

Terkini