internasional

Harapan Baru Damai Rusia-Ukraina: Apakah Jalan Menuju Perdamaian Terbuka Kembali?

Selasa, 13 Mei 2025 | 15:17 WIB
Bendera Rusia dan Ukraina. Source FOTO: Heylaw.id

Jaminan Keamanan: Ukraina menginginkan respons otomatis dari negara penjamin jika diserang, termasuk intervensi militer dan penutupan wilayah udara. Rusia menolak, bersikeras bahwa setiap tindakan harus disetujui semua penjamin — artinya, Moskow memiliki hak veto.

 

Ukuran Militer Ukraina: Kyiv setuju membatasi kekuatan militernya hingga 250.000 personel dan 800 tank. Namun, Rusia hanya mengizinkan 85.000 tentara dan 342 tank, dengan jangkauan misil maksimum 40 km, jauh di bawah standar yang diinginkan Ukraina.

 Baca Juga: AS Longgarkan Tarif Impor dari China, E-Commerce Bernapas Lega

Bahasa dan Ideologi: Rusia menuntut pengakuan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi di Ukraina dan penghapusan undang-undang yang mereka sebut “Nazifikasi”. Ukraina menolak keras tuduhan tersebut.

 

 Mengapa Pembicaraan Gagal?

 

Ketika negosiasi berlangsung, situasi di medan perang mulai berpihak pada Ukraina. Pasukan Rusia berhasil dipukul mundur dari sekitar ibu kota Kyiv. Selain itu, dunia internasional mulai melihat bukti kekejaman yang dilakukan di wilayah pendudukan, memicu kecaman luas terhadap Rusia. Bantuan militer dari negara-negara Barat pun meningkat, memberikan Ukraina kepercayaan diri yang lebih besar untuk menolak tuntutan Moskow.

 Baca Juga: Brasil Gaet Investasi Hijau dari China, Termasuk Bahan Bakar Penerbangan Ramah Lingkungan Senilai USD 1 Miliar

Apakah Kesepakatan Lama Masih Relevan?

 

Meskipun Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan bahwa tidak pernah ada "kesepakatan Istanbul", hanya tanggapan terhadap ultimatum Rusia, beberapa pejabat internasional masih menganggap dokumen tersebut sebagai "panduan awal" bagi kemungkinan perundingan ke depan.

 

Seorang pejabat Kremlin baru-baru ini menyatakan bahwa pembicaraan damai yang akan datang sebaiknya mempertimbangkan isi negosiasi 2022 serta fakta bahwa Rusia kini menguasai hampir seperlima wilayah Ukraina. 

Halaman:

Tags

Terkini